TERBARU:
Home / Berita / Pileg dan Pilpres Serentak, Perkuat Sistem Presidensial
Pileg dan Pilpres Serentak, Perkuat Sistem Presidensial

Pileg dan Pilpres Serentak, Perkuat Sistem Presidensial

Jakarta, PEMILU.com – Pengamat politik Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima)  Ray Rangkuti mengatakan, jika uji materi UU No. 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden, yang diajukan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemilu Serentak ke Mahkamah Konstitusi dikabulkan, maka pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) serentak digelar pada tanggal 9 Juli 2014.
Menurut Ray, hal itu tak bermasalah. Pemilu serentak, kata dia, justru akan memperkuat sistem presidensial.

“Justru persiapan KPU akan semakin matang dong. Ada tenggat waktu tiga bulan bagi pelaksanaan pileg dan pilpres serentak,” kata Ray, di Jakarta, Minggu (12/1).

Namun, lanjut Ray, jika pileg dan pilpres dilaksanakan serempak pada bulan Juli 2014, maka akan terjadi kevakuman (kekosongan sementara) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sebab, pada bulan Mei tahun 2014, masa jabatan anggota DPR RI periode 2009-2014 sudah berakhir, sementara pileg baru dilaksanakan berbarengan dengan pilpres pada bulan Juli 2014.

“Nah solusinya gampang saja, tinggal buat Peraturan Pemerintah Pengganti Perundang-undangan (perppu) saja,” jelas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>