TERBARU:
Home / Berita / Jumlah Pemilih Pemilu 2014, Pemuda Kuasai 40 Persen Suara
Ahmad Doli Kurnia Tandjung Partai Golkar

Jumlah Pemilih Pemilu 2014, Pemuda Kuasai 40 Persen Suara

Jakarta, PEMILU.com – Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan, jumlah pemilih pemula Pemilu 2014 yang berusia 17 sampai 20 tahun sekitar 14 juta orang. Sedangkan yang berusia 20 sampai 30 tahun sekitar 45,6 juta jiwa.

Pada pemilu 2004, jumlah pemilih pemula mencapai sekitar 27 juta dari 147 juta pemilih. Pada pemilu 2009 sekitar 36 juta pemilih dari 171 juta pemilih.

Kemudian data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 penduduk berusia 15-19 tahun sebanyak 20.871.086 orang, dan usia 20-24 tahun sebanyak 19.878.417 orang. Jika dijumlahkan mencapai 40.749.503 orang.

“Pada Pemilu mendatang ini, jumlah pemuda yang mempunyai hak pilih bisa mencapai 40 sampai 42 persen. Coba bayangkan kalau angka sebegitu besarnya menjadi golput?,” ujar tokoh pemuda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung, di Jakarta, Rabu (12/02)

Bang Doli, begitu tokoh ini biasa dipanggil, menjelaskan pemuda mempunyai karakteristik berbeda dengan segmen pemilih lainya. Guna meningkatkan partisipasi yang tinggi dari kalangan pemuda maka diperlukan pendekatan yang khusus, terutama bagi kalangan pemilih pemula.

Menurut dia, pemuda harus diarahkan menjadi pemilih kritis, tidak individualistis dan punya visi. Melihat realitas kondisi dunia kepemudaan dewasa ini yang berada di sekitar budaya pop, instan, dan hedonis seakan mendorong para pemuda untuk cenderung labil, apatis dan ‘nggak ngurus’ dengan dunia perpolitikan.

“Kondisi demikian seharusnya menjadi tantangan bagi setiap kalangan untuk membangun kesadaran para pemuda untuk melek politik dan menjadi pemilih cerdas” lanjutnya.

Bang Doli menambahkan, tolok ukur kualitas dari pesta demokrasi lima tahunan ditentukan oleh masyarakat. Secara spesifik, karena tahun 2014 adalah titik krusial peralihan generasi, maka aspirasi pemuda menjadi penting dan menentukan

“Pemuda harus punya atensi dan keterlibatan yang aktif, karena Pemilu 2014 ini adalah titik puncaknya pengabdian generasi 45, 66, 70 yang harus disambut oleh generasi 80 dan 90-an,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>