Home / Berita / Mitra PPL Proyek Bawaslu
Mitra PPL Proyek Bawaslu

Mitra PPL Proyek Bawaslu

Jakarta, PEMILU.com – Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Lucius Karus melihat selain masalah payung hukum, rencana pembentukan Mitra Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) merupakan sesuatu yang dipaksakan.

Keraguan Lucius muncul lantaran waktu untuk merekrut Mitra PPL sampai ke pelosok tanah air sangat terbatas. Padahal pemilu hanya tinggal dua bulanan lagi.

“Bagaimana memastikan mitra PPL di semua TPS bebas kepentingan?. Walau Bawaslu mengatakan bahwa akan ada seleksi yang dilakukan, tetap saja tidak ada jaminan bahwa di daerah-daerah akan dimanfatkan oleh kelompok kepentingan tertentu,” ujar Lucius ketika dihubungi Pemilu.com, di Jakarta, Minggu (16/2).

Menurut dia, sumber daya manusia (sdm) di daerah pun sangat terbatas. Sementara, sdm yang mumpuni pasti sudah direkrut parpol. “Jadi bagaimana Bawaslu bisa yakin dengan rencana membentuk mitra PPL ini?,” katanya.

Bawaslu nampaknya hanya menunjukkan kebingungannya dalam menetapkan langkah-langkah pengawasan. Pada saat yang sama mereka juga gagap mengelola uang negara dalam jumlah yang besar.

“Jadi mitra PPL ini hanya ajang proyek Bawaslu semata,” tuding dia.

Walau sesungguhnya kebutuhan akan pengawas di lapangan sangat mendesak, jelas Lucius, tetapi rekrutmen dalam waktu singkat tidak akan menjamin misi pengawasan yang berkualitas. Dengan sibuk merancang strategi pengawasan pada Hari H Pemilu, Bawaslu menunjukkan perhatian utama pada momen pemberian suara.

Padahal fungsi pengawasan pra pemungutan suara juga tak kalah urgennya. “Kelalaian mereka dalam pra pemungutan suara justru membuka peluang permainan, apalagi Bawaslu nampaknya bekerja tanpa visi,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>