Home / Berita / Presiden Terpilih Cukup Optimalkan Bank Pemerintah
Presiden Terpilih Cukup Optimalkan Bank Pemerintah

Presiden Terpilih Cukup Optimalkan Bank Pemerintah

Jakarta, PEMILU.com – Pengamat Pembangunan Nasional Syahrial Loetan berharap presiden terpilih nanti mengoptimalkan bank-bank pemerintah guna mendukung sektor pertanian dan infrastruktur. Langkah ini menjadi solusi terbaik dalam menyatakan keberpihakan pemerintah terhadap kedua sektor tersebut, dibanding dengan pembentukan bank baru yang khusus menangani kedua sektor potensial tersebut.

“Dari sisi perencanaan pembangunan nasional, saya mengusulkan bahkan bisa disebut mendesak presiden terpilih nantinya, untuk mengoptimalkan saja peran perbankan pemerintah yang ada saat ini. Jangan malah menambah jumlah perbankan baru,” ujar Syahrial, di Jakarta.

Menurut dia, terdapat beberapa kelemahan dan tantangan besar yang akan dihadapi pemerintah dengan rencana pembentukan bank baru khusus pertanian dan infrastruktur. Pertama, upaya membangun bank baru membutuhkan usaha yang banyak dan tentunya tidak mudah.

Apalagi, lanjutnya, periode presiden hanya 5 tahun. Sehingga dengan waktu yang singkat tersebut menjadi sulit untuk dievaluasi. Mengingat, monitoring dan evaluasi terhadap efektifitas kebijakan itu, membutuhkan waktu diatas 5 tahun.

Kedua, pembentukan bank baru khusus pertanian dan infrastruktur juga harus memfokuskan diri dalam menuntaskan berbagai permasalahan kebijakan yang kerap mempersulit petani memperoleh kredit bagi peningkatan usahanya. Misalnya, syarat dan ketentuan perbankan dalam memberikan pinjaman untuk sektor pertanian, juga harus memerhatikan berbagai faktor kemampuan petani sebagai nasabah, selain kemampuan dalam mengembalikan pinjaman.

“Seperti, apakah petani tersebut layak sebagai nasabah atau tidak, atau apakah produksi pertaniannya potensial dan bernilai jual atau tidak. Intinya, rencana pinjaman yang diharapkan petani acapkali berhenti pada proses administrasi,” jelas Syahrial.

Padahal disisi lain, kata Syahrial, petani sangat membutuhkan pinjaman untuk meningkatkan produktifitasnya. Pada bagian ini, presiden terpilih dapat memerintahkan perbankan pemerintah untuk fokus memberikan kredit sesuai kebutuhan petani dan investor di sektor infrastruktur.

“Intinya, melalui check and balancing yang proper maka seharusnyalah pertanian dan infrastruktur Indonesia dapat dikembangkan optimal,” terang Syahrial.

Ketiga, pembentukan bank baru khusus pertanian dan infrastruktur harus memerhatikan faktor-faktor pendukung lainnya. Seperti masalah pembebasan lahan pada sektor infrastruktur dan aturan kebijakan lain yang acapkali berubah pada kurun waktu tertentu, seperti tarif jalan tol dan sarana irigasi serta pengairan.

“Serta faktor birokrasi dan perijinan yang kerap sulit dipastikan waktu dan besar biaya yang harus dikeluarkan. Artinya, meski masalah birokrasi ada di tangan pemerintah sebagai regulator, namun praktik-praktik high cost economy selalu menghantui iklim investasi di Indonesia,” papar Syahrial.

One comment

  1. benahi semua yang salah,, logika pak jokowi sama dengan logika rakyat,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*