TERBARU:
Home / Berita / Kemenangan Djan Faridz Tak Pengaruhi Pencalonan Agus-Sylvi
Kemenangan Djan Faridz Tak Pengaruhi Pencalonan Agus-Sylvi

Kemenangan Djan Faridz Tak Pengaruhi Pencalonan Agus-Sylvi

Jakarta, PEMILU.com – Kemenangan PPP pimpinan Djan Faridz di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) tidak akan mempengaruhi pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017. Meskipun, salah satu pengusung Agus-Sylvi adalah PPP kubu Romahurmuziy.

Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Sumarno menjelaskan, meskipun terjadi perubahan kepengurusan yang diakui oleh pengadilan, namun pendaftaran cagub sudah ditutup. “Jadi seluruh paslon yang mendaftar beserta partai politik yang mendukungnya sudah final dan tidak akan berubah,” ujar Sumarno, Rabu (23/11)

Ia mengungkapkan dasar keputusan final partai politik terhadap paslon yang sudah diusung sudah tercantum dalam Pasal 191 ayat (2) UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi UU.  Dalam ketentuan UU disebutkan pimpinan parpol atau gabungan dari pimpinan parpol yang dengan sengaja menarik dukungan terhadap paslon semasa tahapan pendaftaran KPU akan dikenai sanksi hukuman penjara 24 hingga 60 bulan serta denda antara Rp 25-50 miliar.

Dengan demikian, kubu Djan Faridz tidak bisa secara tiba-tiba mengalihkan dukungan dari Agus-Sylvi kepada Ahok-Djarot. “Jadi pak Ahok-Djarot tetap didukung oleh partai awal, yakni PDIP, Hanura, Nasdem, dan Golkar,” katanya.

Sebelumnya PTUN telah mengeluarkan putusan pembatalan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait pengesahan susunan personalia DPP PPP masa bakti 2016-2021. Gugatan pertama dilayangkan Mohamad Aris dan Asril Bunyamin terhadap tergugat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly dan tergugat intervensi DPP PPP hasil Muktamar VIII PPP Pondokgede yang diwakili oleh HM Romahurmuziy dan Asrul Sani.

Gugatan kedua diajukan Djan Faridz dan Achmad Dimyati Natakusumah dengan tergugat yang sama dan dalam amar putusannya kemarin PTUN sama-sama mengabulkan seluruh gugatan yakni membatalkan SK Pengesahan Kepengurusan Hasil Muktamar PPP Pondokgede hingga mewajibkan tergugat untuk mencabut SK Kepengurusan PPP hasil muktamar Pondokgede. Atas putusan tersebut, Ketua Umum DPP PPP versi Muktamar Pondokgede Romahurmuziy menyatakan akan melakukan banding terkait hasil putusan PTUN DKI Jakarta yang memenangkan gugatan kepengurusan PPP kubu Djan Faridz pada Rabu (23/11) hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*