Akun Robot Media Sosial, Sebar Isu Positif, Negatif, Bahkan Fitnah

4
64

Jakarta, Pemilu.com – Banyak cara digunakan untuk meraih tujuan, hal itu tepat dengan memingat pemilihan presiden yang semakin dekat. Seperti pada fenomena akun robot di media sosial, ‘twitter’. Dimana akun tersebut mengembangkan isu bersifat positif, negatif bahkan fitnah dengan tujuan mendapatkan dukungan pemilih muda. Pada dasarnya, media sosial ini yang digunakan oleh hampir semua pemilih muda.

“Pertumbuhan akun media sosial, khususnya Twitter meningkat dan puncaknya mencapai 23.000 per hari. Hal itu terjadi seiring meningkatnya konstalasi politik menjelang pemilihan presiden. Sayangnya peningkatan akun baru digunakan untuk menggiring opini publik melalui konten yang dishare. Sasarannya jelas pemilih muda, karena mereka merupakan pengguna aktif media sosial tersebut,” jelas, Direktur Indeks Digital Jimmi Kembaren.

Pada diskusi tersebut hadir diantaranya, perwakilan Tim media sosial Prabowo Hatta yaitu Noudhy Valdryno, perwakilan Tim Media Sosial Jokowi JK yaitu Kartika Djoemadi, dan Pakar Branding Yuswo Hadyo.

Jimmi mengatakan, pengguna aktif media sosial saat ini berada pada kisaran 20-sampai 30 juta. “Twitter sekitar 20 juta akun, dan facebook 38juta. Namun jumlah tersebut tidak murni dimiliki satu orang, karena banyak pengguna double akun atau memiliki lebih dari satu,” ujarnya.

Jumlah tersebut kecil jka dibandingkan dengan jumlah yang mempunyai hak pilih. Itu hanya 10 sampai 15% dari total pemilih. “Tetapi hal itu berarti untuk meningkatkan atau menyalip perbedaan suara oleh salasatu pasangan kandidat calon presiden dan calon wakil presiden,” katanya, disela diskusi bertajuk perang media sosial, Jakarta, Sabtu (21/6/2014).

Maka kedua pasangan kandidat, imbuhnya, mempunyai tim sukses yang mengelola media sosial. “Tujuannya untuk medapatkan dukungan dari pengguna media sosial, khususnya pemilih pemula. Disana tim media sosial biasanya mengkampanyekan visi dan misi, program kerja, menjaga isu positif, menghadang isu negatif, bahkan menyerang kubu lain,” paparnya.

Diposisi lain, media sosial digunakan untuk menggiring opini penggunanya. Hal itu dengan menyebarkan isu positif, dan menyerang kubu lain dengan isu negatif. “Biasanya juga tim media sosial menggunakan cara dengan membangun isu yang menjadi trending topik. Karena pengguna biasanya selalu menyimak isu terhangat di twitter dengan melihat indeks topik terhangat. Disitulah pengguna bisa terpengaruh dengan ajakan atau isu lainnya,” ungkapnya.

4 COMMENTS

  1. Dari debat Capres ke Tiga, maka nampak dengan jelas bahwa Capres pasangan No.1 mempunyai konsep kedepan untuk bangsa Indonesia. Suatu konsep yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin terutama pemimpin bangsa Indonesia. Konsep yang saya maksud adalah Caprres PS begitu kental dengan pembangunan semesta untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dari semua lapisan. Dan yang lebih menarik lagi yaitu, dari debat pertama, kedua (ekonomi dan kesejahteraan rakyat) dan hingga debat ketiga Pertahanan negara dan hubungan internasional) nyata dengan jelas konsep itu berkelanjutan. Sehingga ada benang merah yang tersambung pada setiap debat, artinya visi dan misi berkaitan antara satu dengan lainnya. Tidak demikian dengan Capres No. 2, yang bersifat sporadis saja, dan tidak ada kejelasan konsep kepada bangsa Indonesia. Untuk itu mari kita memilih Capres No.1 dengan pikiran kesejahteraan, kedaulatan diberbagai bidang, dan pemerataan. Saudara saudara sebangsa dan setanah air pilih saja PS, karena itu adalah pilihan yang benar dan terbaik untuk menuju bangsa Indonesia yang lebih maju.

  2. Langkah penting yang harus kita lakukan sekarang adalah menyelamatkan Indonesia. Dengan mengutamakan kepentingan negara dari pada kepentingan pribadi atau golongan. Bagaimanapun saat ini bangsa Indonesia memerlukan seorang pimimpin yang mempunyai karakteristik seperti PS. Hal ini disebabkan (1) perjalanan bangsa kedepan mempunyai tingkat persaingan yang tinggi, termasuk hal yang bersifat regional sehinggga memerlukan pemimpin yang mandiri dan bermental kuat. Mari dibayangkan saja PS telah bertahun tahun menuai kritik bahkan fitnah yang tak berujung toh PS tetap tegar, tapi ada calon pemimpin yang baru dikritik oleh sebuah tabloid saja tidak dapat menahan diri, padahal bagaimanapun ada kode etik jurnalistik , (2) Indonesia harus menjadi negara berdaulat, tanpa kedaulatan maka sulit Indonesia maju dalam berbagai bidang, (3) Masalah didalam negeri menunjukkan bahwa kepemimpinan yang kuat sangat diperlukan dan memepunyai akar kuat pada pengalaman di lapangan, tidak sekedar penyelesaian dengan sistem perusahaan, (4) Dengan situasi seperti sekarang ini Indonesia memerlukan pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan, apalagi dalam rangka penegakan KPK. ( 5) pemimpin yang bisa menerima keadaan yang terjadi, dan memahami eksistensi bangsa dan negara, dan itu ada pada PS. (6) PS selama pecapresan tidak pernah melakukan komplain kepada siapapun terhadap hal yang dihadapinya, padahal kalau berbicara kampanye hitam maka bila dihitung lebih banyak yang diterima PS dengan kadar yang lebih tinggi, tapi bila diperhatikan capres lainnya sangat banyak keluhan dan merengek kemana mana tentang kasus babinsalah, kasus tabloid lah. Seperti belum ada kedewasaan dalam menghadapi tantangan. (7) yang terbaru pernyataan dari ahli Tim No.2 bahwa berusaha untuk meng- Ateis-kan warga Indonesia dengan menghilangkan identitas agama di KTP, belum lagi menghapuskan rumah ibadah. Itu benar benar keterlaluan dan sudah menunjukkan siapa sebenarnya capres No.1 itu dan kelompoknya. Oleh karena itu Mari semua rakyat Indonesia pilihlah PS dengan pasangan nomor 1 untuk menjadi pimpinan bangsa. Dan kita bersama sama menyelamatkan NKRI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here