Bahaya Pemimpin Yang Banyak Omong

8
46

Jakarta, PEMILU.com – Direktur Emrus Corner, Emrus Sihombing mengatakan, pemimpin Indonesia kedepan seharusnya lebih banyak memiliki kemampuan mendengar ketimbang retoris atau kemampuan berbicara saat berpidato.

Pasalnya kata Emrus, pemimpin yang retoris dengan kemampuan berbicaranya hanya menjadikan masyarakat sebagai obyek. “Ini sebenarnya berbahaya, karena mempengaruhi orang banyak dan menjadikan masyarakat sebagai obyek,” ujar Emrus, di Jakarta.

Berbeda dengan pemimpin yang mendengar, kata Ermus, pengertian mendengar yakni dapat menyimak, memahami dan berempati terhadap masyarakat.

“Ini yang hebat, yaitu dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, dan dapat berbaur dengan masyarakat,” tukasnya.

8 COMMENTS

  1. ALHAMDULILLAH, TKS PA WIRANTO ATAS PENJELASAN DKP AKHIRNYA BANGSA INI JADI TAU SIAPA SEBENARNYA PENGKHIANAT BANGSA DAN BAPAK PRABOWO YANG DIFITNAH KARENA MENGAMBIL TINDAKAN PENGAMANAN DAN PERLINDUNGAN NKRI DISAAT DARURAT DIMANA KALA ITU PARA JENDRAL YANG MENANDATANGANI DKP HANYA DIAM DAN MEMBIARKAN ATASAN MEREKA PRESIDEN SEBAGAI PANGLIMA TERTINGGI DISERANG. TRAGEDI 1998 HANYA DI DKI DAN SUDAH DIRENCANAKAN SEHINGGA SANGAT MENCORENG INTELEKTUALITAS BANGSA INI, BERSYUKURLAH SAAT INI MEREKA PARA PENGKHIANAT ITU BERADA DALAM HABITATNYA YANG DIPIMPIN BAPAK JOKOWI SEMOGA ANDA TIDAK JADI KORBAN. TRAGEDI 1998 TIDAK PERLU DIUSIK-USIK KARENA ITU TERJADI DISAAT INDONESIA SUDAH MERDEKA KECUALI BAGI YANG TIDAK MAU MENSYUKURI DAN SUDAH JELAS SIAPA DALANGNYA, KALAU SEMUA ORANG INGIN AGAR DIUSUT BERARTI BANGSA INI BENAR-BENAR JAUH DARI BERIMAN AKAN TAKDIR ALLAH SWT DAN BAPAK PRABOWO PANTAS UNTUK JADI PRESIDEN UNTUK MEMBASMI ORANG-ORANG JAHILIYAH DALAM BERAGAMA DAN BERNEGARA.

    • jadi betul ya hzs, kalau prabowo melakukan / memerintahkan pembunuhan & penculikan itu, demi mengamankan dan melindungi nkri. cuma…n diamankan & dilindungi dari siapa????
      dari para mahasiswa & aktivis yang berdemo menentang rezim suharto y?
      hanya prabowo yang tidak membiarkan presiden(mertua) diserang. diserang dengan apa???
      dengan orasi2, yel2 & spanduk2 y?
      tragedi 98 hanya di dki & udah terencana.ya iyalah, pusat pemerintahan dimana? masa dadakan?.
      syukur alhamdulillah mereka sudah mau mengungkap kebenaran.
      apanya yang ga usah diusik & diusut? berarti semua kriminalitas anggap aj takdir illahi, dan pelakuny melenggang aj, karena ntar dibalasny sama tuhan.
      prabowo mo membasmi orang jahiliyah, lempar granat ke israel aja!

  2. Sebaiknya melihat segala sesuatu itu harus melihat banyak sisi.Kalau Capres yang akan siap memimpin bangsa Indonesia tanpa banyak bicara,,ya mau jadi apanya,,dan entah bagaimana caranya sampaikan visi misinya,Pak Emrus? dan kalau bicara untuk yang baik,apakah itu salah?Yang banyak bicara itu tanda tulus mengemukakan setiap visi misinya untuk membangun bangsa ini ke depannya,daripada capres yang bicaranya lamban dan yang hanya andalkan dua kartu,dan apakah hanya dengan dua kartu itu akan mengubah nasib bangsa seutuhnya atau sebaliknya akan terjadi masalah dan masalah yang tak terduganya nanti,,jadi pendapat anda ini kurang mendukung dan hanya memihak,,satu kelompok yang pak sedang mendukung.Thankz

  3. Betul. Oleh karena itu mari kita pilih saja Capres No.1, dalam debat capres tidak banyak omong, bahkan tidak berusaha menjebak. Dalam debat Capres 15 Juni 2014 semalam. Kita patut memberikan acungan jempol keatas kepada Capres no. 1 dan aprsesiasi ats sikap kenegarawanan PS. Bila kita simak cara PS memberikan penjelasan mengenai topik Perekonomian dan Kesejahteraan social, maka Nampak jelas jalan pikiran yang general, yaitu: (1) apa dan mengapa ekonomi Indonesia dan kesejahteraan, (2) bagaimana Negara mendapatkan anggaran dan dana untuk mendukung visai dan misi beliau, (3) tempat pelaksanaan melalui DAU dan DAK, suatu system anggaran yang sudah jeas digunakan dari pusat ke daerah, (4) dilaksanakan selama 5 tahun dan dapat dilanjutkan pada periode berikutnya, (5) diarahkan kepada perbaikan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu mari kita memilih PS pada 9 Juli 2014 mendatang.

  4. Saudara saudara sebangsa dan setanah air, itu betul. Oleh karena itu mari kita pilih saja Capres No.1, dalam debat capres tidak banyak omong, bahkan tidak berusaha menjebak. Dalam debat Capres 15 Juni 2014 semalam. Kita patut memberikan acungan jempol keatas kepada Capres no. 1 dan aprsesiasi ats sikap kenegarawanan PS. Bila kita simak cara PS memberikan penjelasan mengenai topik Perekonomian dan Kesejahteraan social, maka Nampak jelas jalan pikiran yang general, yaitu: (1) apa dan mengapa ekonomi Indonesia dan kesejahteraan, (2) bagaimana Negara mendapatkan anggaran dan dana untuk mendukung visai dan misi beliau, (3) tempat pelaksanaan melalui DAU dan DAK, suatu system anggaran yang sudah jeas digunakan dari pusat ke daerah, (4) dilaksanakan selama 5 tahun dan dapat dilanjutkan pada periode berikutnya, (5) diarahkan kepada perbaikan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu mari kita memilih PS pada 9 Juli 2014 mendatang.

  5. YANG BAHAYA ITU PEMIMPIN YANG BANYAK MENIPU & OBRAL JANJI

    JANJI SEBELUMNYA TIDAK DITEPATI, OBRAL JANJI BARU LAGI, TERUS BEGITU…

  6. Kutip: “Berbeda dengan pemimpin yang mendengar, kata Ermus, pengertian mendengar yakni dapat menyimak, memahami dan berempati terhadap masyarakat.

    “Ini yang hebat, yaitu dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, dan dapat berbaur dengan masyarakat,” tukasnya.”

    JADI INGAT KASUS LURAH SUSAN YANG DIPROTES MAYORITAS WARGANYA… YANG KATANYA “berempati terhadap masyarakat” JUSTRU MENUTUP KUPINGNYA DARI SUARA RAKYAT LENTENG AGUNG…

    KEBONGKAR LAGI DEH BELANGNYA… ;-P

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here