Beratnya Pernyataan Jokowi Buyback Indosat ke Indonesia

1
44

Jakarta, PEMILU.com – Mantan Direktorat Jenderal Pajak era Presiden Megawati Soekarnoputri, Dr Fuad Bawazier, terkait Penyataan Jokowi di debat Capres ke tiga, Mengatakan kemungkinan belum siapnya Indonesia untuk membeli kembali buyback Indosat, Dikatakannya pada saat acara Dialog publik: Mengungkap Sejarah Sisi Gelap Penjualan Indosat, di Senayan, jakarta, kamis, (26/6/2014).

Menurut Fuad terkait pernyataan pak Jokowi di debat capres ke tiga, akan menebus kembali Indosat dari tangan asing. Bahwa menurutnya kemampuan keuangan negara ada atau tidaknya persiapan uang untuk mengambil kembali Indosat dari tangan asing. “mungkin kita tidak siap untuk membeli ‘buyback’ kembali,” ungkapnya.

Menurutnya karena statement Jokowi itu bisa saja terjadi kenaikan harga yang meningkat, hingga ratusan triliun, hal ini dikarenakan pihak asing yang memiliki Indosat tersebut mengetahui bahwa Indosat akan ditebus kembali oleh Indonesia. “Dari mana uang segitu banyaknya, belum tentu bisa, dia (pihak sing) mau menjual, makin kita memburu, makin pula mereka (pihak asing) menaikkan harganya gila-gilaan, karena tidak ada hak yang memaksakan kita (Indonesia) untuk membeli lagi,” tuturnya.

Terkait pernyataan Jokowi pada Debat Capres ke tiga, 22 Juni lalu, mengenai peristiwa penjualan satelit Indosat pada tahun 2002 atau era Presiden Megawati kembali muncul setelah calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, menanyakan perihal keputusan penjualan tersebut kepada capres Joko Widodo, Jokowi hanya menjawab alasan penjualan disebabkan oleh krisis ekonomi 1998 dan dirinya mengatakan akan membeli kembali ‘buyback’ Indosat jika nanti terpilih menjadi presiden.

Dia kembali menjelaskan, penjualan Indosat lalu, sangat mencurigakan Dia sangat meyakini bahwa transaksi Indosat dulu sangat bermuatan korupsi. “tidak punya keraguan sedikit pun, saya bukan penyidik tetapi logikanya sangat kuat sekali, misalnya transaksinya, di ‘Morisius’ (daerah negeri terpencil) padahal yang jual negara Indonesia dan yang beli negara Singapur, tapi penjualannya di negeri terpencil, entah dimana, biasanya transaksi disana itu untuk menyembunyikan sesuatu, untuk menyembunyikan kejahatan, dan harga yang tidak masuk akal” tuturnya.

Dia menilai bahwa penjualan aset negara terhadap asing ini adalah tindak kejahatan yang luar biasa, penjualan penjualan aset BUMN pada tahun 2002 pada saat itu, dan sudah di peringati dan dilawan oleh masyarakat untuk di berhentikan transaksi penjualannya, tetapi dijual juga.

Menurut Fuad, Peristiwa penjualan satelit Indosat pada tahun 2002 tidak meninggalkan keuntungan untuk Indonesia, yang ada hanyalah kerugian semata. “Keuntungannya hanya untuk orang asing,” ungkapnya.

1 COMMENT

  1. Dulu Indosat dijual murah ke singtel, simbok pastinya dapat komisi guedhe dari singtel… (gas tangguh juga dijual murah, komisinye lebih guedheeee…)

    terus singtel jual saham indosat ke qtel dengan harga pasar, sementara untung indosat dari 2002-2104 mayoritasnya lari ketangan pemegang saham terbesar.

    Lantas jokowi mau beli indosat dengan harga berapa dari qtel? yang pasti mahalnya, karena ini perusahaan produktif, kalau perlu dimark-up lagi kayak beli bus transjakarta dari cina kemaren itu… lumayan kan gain-nya buat ngelunasin hutang biaya copras… ;-P

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here