Debat Putaran Tiga, Jokowi Masih Berteori

6
23

Jakarta, PEMILU.com – Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Jakarta, Hendri Satrio menilai pada debat calon presiden putaran ketiga ini Prabowo lebih mengerti lapangan, sedangkan Jokowi masih berbicara pada tataran teori.

“Ini penampilan terbaik Prabowo,” ujarnya, di Jakarta, Senin (23/6).

Prabowo, kata Hendri, mampu menunjukkan kepiawaiannya dalam Debat ke 3 Capres. Namun, hingga sesi ke 4 Jokowi unggul tipis dari Prabowo.

“Jawaban khas Joko Widodo yang implementatif kali ini levelnya meningkat ke arah yang lebih makro,” jelas dia.

Sedangkan jawaban Prabowo, belum pada level terbaiknya walaupun sudah tepat dan mantab namun masih terdapat pengulangan frame sehingga terdengar masih terlalu makro. Kendati demikian, pada sesi ke-5 Prabowo lebih mau menelaah setiap pertanyaan sehingga mampu menampilkan jawaban yang lebih baik dari Joko Widodo.

Pertanyaan tajam dari Prabowo yang jarang muncul di debat sebelumnya membuat Joko Widodo nampak tertekan dan memaksa Joko menjawab dengan normatif. “Baru pada sesi ke-5 Joko Widodo mulai mengikuti irama Prabowo Subianto,” katanya.

Sisi sportif Prabowo kembali muncul pada debat ini yang mengakui bila pendapatnya sama dengan Joko Widodo, hal yang tidak dilakukan Joko pada debat semalam ataupun debat sebelumnya. Kali ini tekanan ada pada timses Joko Widodo untuk memoles jagonya pada debat selanjutnya.

“Hanya sayang beberapa persoalan urgent tentang ketahanan pangan, persiapan bonus demografi dan pembangunan di wilayah perbatasan tidak terlontar saat debat semalam,” pungkasnya.

6 COMMENTS

  1. Pada debat Capres ke Tiga, maka nampak dengan jelas bahwa Capres pasangan No.1 mempunyai konsep kedepan untuk bangsa Indonesia. Suatu konsep yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin terutama pemimpin bangsa Indonesia. Konsep yang saya maksud adalah Caprres PS begitu kental dengan pembangunan semesta untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dari semua lapisan. Dan yang lebih menarik lagi yaitu, dari debat pertama, kedua (ekonomi dan kesejahteraan rakyat) dan hingga debat ketiga Pertahanan negara dan hubungan internasional) nyata dengan jelas konsep itu berkelanjutan. Sehingga ada benang merah yang tersambung pada setiap debat, artinya visi dan misi berkaitan antara satu dengan lainnya. Tidak demikian dengan Capres No. 2, yang bersifat sporadis saja, dan tidak ada kejelasan konsep kepada bangsa Indonesia. Untuk itu mari kita memilih Capres No.1 dengan pikiran kesejahteraan, kedaulatan diberbagai bidang, dan pemerataan. Saudara saudara sebangsa dan setanah air pilih saja PS, karena itu ada;lah pilihan yang benar dan terbaik untuk menuju bangsa Indonesia yang lebih maju.

  2. Bila kita simak Capres ke Tiga, maka nampak dengan jelas bahwa Capres pasangan No.1 mempunyai konsep kedepan untuk bangsa Indonesia. Suatu konsep yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin terutama pemimpin bangsa Indonesia. Konsep yang saya maksud adalah Caprres PS begitu kental dengan pembangunan semesta untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dari semua lapisan. Dan yang lebih menarik lagi yaitu, dari debat pertama, kedua (ekonomi dan kesejahteraan rakyat) dan hingga debat ketiga Pertahanan negara dan hubungan internasional) nyata dengan jelas konsep itu berkelanjutan. Sehingga ada benang merah yang tersambung pada setiap debat, artinya visi dan misi berkaitan antara satu dengan lainnya. Tidak demikian dengan Capres No. 2, yang bersifat sporadis saja, dan tidak ada kejelasan konsep kepada bangsa Indonesia. Untuk itu mari kita memilih Capres No.1 dengan pikiran kesejahteraan, kedaulatan diberbagai bidang, dan pemerataan. Saudara saudara sebangsa dan setanah air pilih saja PS, karena itu adalah pilihan yang benar dan terbaik untuk menuju bangsa Indonesia yang lebih maju.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here