Demokrat Bantah Dukung Jokowi Atas Restu SBY

2
28

Jakarta, PEMILU.com – Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf angkat suara terkait manuver politik yang dilakukan juru bicara partai Demokrat Ruhut Sitompul untuk mendukung calon presiden Joko Widodo. Menurutnya, kabar dukungan ke Jokowi atas restu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono adalah tidak benar.

“Ruhut jubir PD yang setiap kali bicara mengatas namakan bapak SBY. Oleh karenanya kami ingin mengklarifikasi dukungan ke Jokowi atas restu SBY jelas tidak benar,” ujar Nurhayati, di Jakarta, Senin (23/6).

Menurut Nurhayati, klarifikasi diperlukan karena mengganggu bagi kader Demokrat. Pasalnya, hasil Rapimnas 18 Mei 2014 lalu yang dihadiri Ruhut menunjukkan 56 persen dari yang hadir itu meminta PD netral. Sedangkan, 22 persen meminta PD mendukung Prabowo-Hatta, dan 21 persen lainya menginginkan PD membentuk poros baru bersama-sama Golkar dan lain-lain.

“Apabila saat itu ada yang menginginkan dukungan kepada capres lain, kenapa tidak dikemukakan. Tidak ada satupun peserta Rapimnas yang mendukung capres lain,” kata Nurhayati.

Ruhut selama ini, lanjut Nurhayati, menjadi timses Pramono Edhie. Artinya selama ini Ruhut tidak pernah mengatakan dukungan kepada Jokowi.

Karena itu, menurut Nurhayati, tidak mungkin SBY lari dari hasil Rapimnas yang saat itu dipimpin langsung olehnya.
“Meminta Ruhut untuk tidak mengatasnamakan dan membawa-bawa SBY terkait dukungan ke capres lain karena tidak sesuai dengan garis dan hasil Rapimnas,” tegas dia.

Nurhayati juga meminta kepada kader PD di seluruh Indonesia untuk berpegang pada hasil Rapimnas lalu.

2 COMMENTS

  1. Ga ngaruh…. RUHUT bergabung dgn TIMSES JOKOWI. Justru kami berterima kasih karena RUHUT akan menurunkan elektabilitas JOKOWI.

    Dengan demikian PRABOWO akan sangat mudah untuk meraih suara terbanyak dalam PILPRES di Republik ini.

  2. itu adalah manuver politik pribadi ruhut ,karena demokrat dan SBY netral dalam pilpre mendatang berdasarkan hasil rapimnas partai demokrat ,demokrat juga memberi kebebasn kepada kadernya untuk memberi dukung atas nama pribadi bukan partai terhadap salah satu capres yg ada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here