Demokrat Soroti Kejanggalan E-KTP Djarot

0
21

Jakarta, Pemilu – Partai Demokrat turut berkomentar mengenai polemik KTP domisili Medan kepunyaan calon gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat yang bikin heboh publik karena proses pembuatannya yang kilat. Partai yang pada Pilkada Sumut ini mengusung lawan bertarung Djarot, yakni Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah itu menilai proses pembuatan e-KTP tersebut janggal.

“Pembuatan e-KTP Djarot ini janggal karena terlalu cepat, istilahnya memotong antrean panjang dan sangat panjang,” kata Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, kepada detikcom, Senin (11/6/2018).

Selain janggal, Ferdinand juga menilai pembuatan e-KTP Djarot cacat hukum, cacat prosedur, dan cacat norma. Sebab, mengacu pada pernyataan Camat Medan Polonia, pihak kecamatan tidak tahu menahu terkait proses pembuatan e-KTP tersebut.

“(Camat) sudah mengecek langsung (juga) ke lurah, katanya tidak tahu dan mempertanyakan Surat Keterangan Pindah Djarot dari daerah asal ke Medan. Dari keterangan camat ini, artinya kan ada prosedur yang terlewatkan,” ujarnya.

“Bukankah seharusnya Djarot mengajukan lewat RT setempat? Kemudian ke RW dan naik ke Kelurahan terus Kecamatan baru ke Dinas Kependudukan. Nah kenapa lurah dan camat tidak tahu? Artinya proses ini cacat hukum, cacat prosedur dan cacat norma,” lanjut Ferdinand.

Dia menjelaskan, pembuatan segala surat kependudukan harus diawali dari rukun tetangga (RT), bukan dari dinas. Artinya, kata Ferdinand, prosedur yang dilakukan oleh Djarot dapat diduga tidak melalui prosedur yang sebenarnya alias cacat.

“Maka e-KTP tersebut harus ditinjau ulang karena dihasilkan dari prosedur yang tidak benar,” kata dia.

“Jika memang tidak ada masalah, ya silakan Djarot menjadi warga Medan,” tutur dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here