DKPP: Tingkat Pendidikan Pemilih Menjadi Tantangan dalam Pemilu

0
53

Jakarta, PEMILU.com – Anggota DKPP Dr Valina Singka Subekti mengatakan, kualitas Pemilu memiliki relevansi dengan kualitas pemilih, terutama tingkat pendidikannya. Mengutip sebuah survei, Valina mengungkap bahwa tingkat pendidikan pemilih di Indonesia masih terhitung rendah.

“Sekitar 65 persen pemilih Indonesia tingkat pendidikannya hanya tamat SD dan tidak tamat SD. Ini saya kira tantangan kita sekarang,” kata dia saat menjadi pembicara dalam Bimbingan Teknis, KPU, DKPP dan Bawaslu, di Maluku, Selasa (26/7).

Menurut Valina, tingkat pendidikan akan berimplikasi pada rendahnya tingkat ekonomi masyarakat. Pada akhirnya akan menyuburkan praktik politik uang.

Dosen FISIP Universitas Indonesia itu juga mengingatkan pentingnya sikap amanah dari penyelenggara Pemilu. Dia menegaskan, sebaik apa pun regulasi, kalau penyelenggaranya tidak amanah maka tidak akan ada manfaatnya.

“Baik buruknya negara dan bangsa ini tergantung pada perilaku kita sendiri,” tuturnya.

Karenanya, Valina meminta agar para penyelenggara Pemilu tidak lagi menganggap dirinya sebagai pejabat yang harus dilayani. Justru bagi dia, penyelenggara Pemilu hanyalah pelayan bagi masyarakat (serve the people).

“Kalau paradigma itu sudah terbangun, insya Allah akan selamat dari DKPP,” tambah Valina.

Sekedar informasi, Bimtek terpadu ini diadakan selama tiga hari dari Senin-Rabu (25-27/7) di Hotel Natsepa, Maluku Tengah, Maluku. Bimtek dimaksudkan untuk persiapan Pemilukada 2017. Maluku menjadi agenda kedua setelah sebelumnya diadakan di Palembang, Sumatera Selatan.

Peserta bimtek adalah para jajaran KPU dan Bawaslu dari 80 daerah dari 101 daerah yang akan melaksanakan Pemilukada pada 2017. Sebagian besar berasal dari Indonesia Tengah dan Indonesia Timur. Jumlah peserta sesuai undangan KPU sekitar 400 orang penyelenggara Pemilu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here