Formappi: Usut Tuntas Dana Gelap Kampanye Parpol

0
29

Jakarta, PEMILU.com – Kantor Akuntan Publik (KAP) sudah merampungkan pekerjaan mereka mengaudit laporan dana kampanye pemilihan legislatif 2014. Hasil audit menyebutkan adanya 2 partai yang menerima sumbangan dari sumber anonim. Partai Demokrat dan PAN masing-masing disebut mencatat sumbangan anonim dengan jumlah masing-masing 5 juta utk PD dan 100 juta untuk PAN.

Menurut Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan, temuan adanya sumbangan anonim ini mestinya tak cukup hanya sekedar untuk informasi belaka. Harus ada terobosan untuk memperjelas posisi uang dengan sumber tak jelas tersebut.

“Sebagaimana dalam proses pelaporan di awal kampanye yang diikuti oleh penerapan sanksi bagi yang melanggar, temuan adanya sumber dana yang tidak jelas oleh KAP harus pula diusut tuntas,” tegas Lucius.

KPU, kata Lucius, harus memanggil partai Demokrat dan PAN untuk menjelaskan sumber dana yang tak beridentitas. Apakah dana itu bersih atau justru dari hasil korupsi dan kejahatan hitam lainnya.

Kebetulan pula dua partai yang disebutkan menerima uang dari sumber yang tidak jelas adalah partai pemerintah. Oleh karena itu demi memastikan legal atau tidaknya sumbangan yang diterima, KPU harus meminta pertanggungjawaban ketum dua partai tersebut.

“Akuntabilitas dana kampanye justru terletak pada kemampuan partai untuk mempertanggungjawabkan keuangannya. jika temuan ini dijadikan informasi saja, maka sungguh tak ada gunanya sikap tegas KPU di awal proses pelaporan dana kampanye,” tegas Lucius.

Jika dalam pertanggungjawaban, partai gagal memberikan penjelasan, sanksi tegas harus diambil oleh KPU yakni menegur atau bahkan mengurangi kursi hasil pemilu bagi dua partai tersebut.
KPU tak bisa lembek hanya karena proses pileg sudah sampai tahap pengumuman hasil.

“Yang namanya pelanggaran terkait dana, selalu penting untuk diklarifikasi, mengingat bahwa praktik korupsi dan penyimpangan masih tinggi di Indonesia,” jelas dia.

Menurut Lucius, temuan KAP harus ditanggapi serius. Jangan hanya mengembalikan dana ke kas negara. Harus ada sanksi yang diberikan jika terbukti dana itu memang dana siluman dari hasil korupsi atau pencucian uang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here