FPI Tanggapi Kabar Mengenai Daftar Organisasi Teroris Lokal

0
4

Jakarta, Pemilu – Foto Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais bersama imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab di Instagram sempat hilang. Penyebab penghapusan foto tersebut masih menjadi misteri.

Dalam sebuah tulisan di sebuah aplikasi pesan singkat , beredar kabar foto Amien dihapus berkaitan dengan FPI, yang dimasukkan ke daftar organisasi teroris dalam sebuah situs peneliti terorisme.

Hal ini menyebabkan sistem algoritma Instagram mengaitkan foto Rizieq dengan hal yang berkaitan dengan terorisme. Karena itu, foto Amien dengan Rizieq dihapus dari Instagram.

Situs yang dimaksud ialah Terrorism Research & Analysis Consortium (TRAC). Terkait hal ini, juru bicara FPI Slamet Maarif mengatakan menyerahkan hal itu kepada tim IT dan hukumnya.

“Kami sedang menyiapkan langkah-langkah lanjutan, baik dari IT maupun hukum,” kata Slamet, Jumat (8/6/2018) malam.

“Kita harus cari dan lihat dulu link-nya (jaringannya) dari mana, siapa di balik link itu,” sambungnya.

Di laman itu, FPI disebut sebagai organisasi domestik Indonesia yang punya tujuan menerapkan hukum syariah.

Di situs tersebut juga dituliskan soal FPI yang kerap menyebarkan ujaran kebencian terhadap agama minoritas hingga menyerang tokoh kebebasan beragama.

Sebelumnya diberitakan, terkait kasus itu, pihak Rizieq akan mengadu ke pengadilan internasional terkait hilangnya foto pertemuan Rizieq dengan Amien Rais dan Ketum Gerindra Prabowo.

“Saya diperintahkan Habib Rizieq supaya pengacara kita, BHF, TPM, TPUA, dan GNPF harus menggugat ke pengadilan luar negeri,” kata pengacara Rizieq, Kapitra Ampera, kepada detikcom, Senin (4/6).

Admin Instagram @amienraisofficial mengungkapkan kekecewaan atas hilangnya foto-foto tersebut. Admin menyebut hal itu menjadi bukti kebebasan berekspresi yang dicederai.

“IG akhirnya menghapus kembali berkali-berkali secara sepihak semua foto yang kami upload, yang berkaitan dengan tokoh tertentu. Ini bukti bahwa kebebasan berekspresi (yang bertanggung jawab) yang menjadi salahsatu agenda reformasi kembali diciderai; mengembalikan kita pada era yang represif (order baru), di tengah-tengah kebijakan-kebijakan populis yang palsu (order lama). Kita semua menantikan terang setelah zaman-zaman gelap, bukan sebaliknya! Mari #selamatkanindonesia,” demikian keterangan di akun @amienraisofficial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here