Gerindra Kritisi Sektor Pendidikan

1
28

Jakarta, PEMILU.com – Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Suhardi mengatakan hingga saat ini masih banyak anak Indonesia yang belum merasakan pendidikan secara layak. Padahal pendidikan anak bangsa adalah tanggung jawab pemerintah, namun faktanya menujunkkan hal sebaliknya.

Menurut dia, yang patut dicermati adalah kurikulum pendidikan saat ini lebih terfokus pada unsur kognitif atau akademis. Padahal dalam pendidikan ada 3 unsur yang harus terpenuhi yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik.

“Karena fokus pada unsur kognitif, maka  arah pendidikan saat ini lebih kearah akademis atau usaha untuk meraih nilai setinggi-tingginya.”  tutur Suhardi, dalam keterangan tertulis yang diterima Pemilu.com, di Jakarta, Jumat (2/5).

Dengan demikian, dua unsur lainnya terlupakan. Seperti misalnya dalam unsur afektif yaitu pendidikan budi pekerti, moral, dan agama semakin berkurang jam pelajarannya. Padahal unsur afektif sangat penting untuk membangun kepribadian seseorang.

“Apalah artinya nilai akademis yang bagus jika tidak diimbangi dengan budi pekerti yang baik,” cibirnya.

Selain itu, seharusnya pendidikan juga tidak melupakan unsur psikomotorik. Pendidikan olahraga sangat penting untuk menjaga siswa tetap sehat. Sayangnya, pelajaran olahraga dalam kurikulum pendidikan saat ini semakin berkurang.

Lebih lanjut, Suhardi mengatakan partai  Gerindra punya komitmen yang sangat besar terhadap kemajuan pendidikan Indonesia. Gerindra sadar, bangsa ini bisa bangkit jika masyarakatnya cerdas, untuk mewujudkan hal tersebut tentunya kualitas pendidikan harus ditingkatkan.

Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan dengan mengembangkan pendidikan yang berlandaskan Pancasila, melaksanakan wajib belajar 12 tahun hingga seluruh pelosok Indonesia, serta meningkatkan kesejahteraan tenaga pengajar.

“Hal tersebut tertuang dengan jelas dalam program kerja Gerindra dalam 6 Program Aksi Transformasi Bangsa,” tandasnya.

1 COMMENT

  1. Sangat setuju penngkatan kualitas pendidikan jadi prioritas. Kurikulumnya diperbaiki dan dilaksanakan dengan fokus. Tiga aspek benar-benar digarap, dan tidak kalah penting aspek afektif. Pada kurikulum 2013 kurikulum pendidikan berkarakter… mudah-mudahan jika dikerjakan dengan serius dapat mencetak generasi bangsa yang berkarakter/ berkepriadian baik untuk memimpin bangsa ini. Tidak lupa kesejahteraan pendidik diperhatikan dengan sistem pembayaran yang baik (tidak merepotkan para pendidik dengan pemberkasan yang berulang-ulang). Contoh negara-negara maju bagaimana sistem pendidikannya dan termasuk di dalamnya kesejahteraan pendidiknya. Maju terus Gerindra, perbaiki nasib bangsa ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here