Ini Alasan Elektabilitas Prabowo Naik

18
32

Jakarta, PEMILU.com – Hasil survey belakangan ini menunjukkan tren elektabiltas Joko Widodo terus melorot. Padahal, posisi Jokowi yang sebelumnya sangat mendominasi pertarungan, kini telah disalib oleh Prabowo Subianto.

Data survei Puskaptis terakhir menyebutkan elektabilitas Jokowi 42,79 persen dan Prabowo 44,69 persen. Direktur Puskaptis, Husin Yazid, Direktur Puskaptis, menjelaskan hal itu karena sosok Prabowo dianggap sebagai sosok pemimpin yang tegas, berani dan berwibawa.

“Faktor keamanan adalah salah satu kebutuhan masyarakat,” kata Husin, di Jakarta.

Aman bukan hanya ancaman dari pihak luar, tapi juga keamanan dalam hal bidang ekonomi. Sebab, ekonomi global sudah berlangsung, masyarakat butuh perlindungan, butuh proteksi dalam bidang ekonomi.

“Dalam hal ini masyarakat mempercayai Prabowo bisa melakukan perlindungan tersebut,” kata Husin.

Faktor kedua adalah masyarakat memilih Prabowo, karena Presiden akan membawa nama Indonesia di mata dunia. Dalam hal ini Prabowo lebih bisa dipercaya, untuk memberikan kewibawaan pada tanah air. Artinya, nilai Indonesia dimata dunia bisa dijaga oleh sosok Prabowo.

Selain itu, kata dia, faktor yang juga banyak berpengaruh adalah, serangan brutal dari kubu Jokowi, mereka bertubi-tubi menyerang tanpa dasar. “Masyarakat bisa melihat hal itu dan itu memberikan rasa simpati kepada Prabowo,” lanjut dia.

Husin menambahkan, selama ini banyak sekali rumor yang dihembuskan untuk menjatuhkan Prabowo. Namun, saat ini masyarakat sudah jauh lebih cerdas karena derasnya arus informasi. Akibatnya rumor yang tidak berdasar sejatinya sudah mereka bisa pilah-pilah.

Penyebab lainnya adalah penguasaan daerah dari faktor ketokohan Cawapres. Keberadaan JK sebagai pendamping Jokowi tidak mendongkrak suara secara siginifikan. Berbeda dengan Hatta Rajasa yang menjadi wakil Prabowo, figur Hatta dinilai menjadi penopang suara bagi Prabowo.

“Sekitar 21 persen pemilih ada di pulau Sumatera dan Hatta Rajasa mampu menguasai daerah ini dengan baik. JK, meskipun menguasai daerah Sulawesi namun pemilih disana hanya sekitar 7 persen,” jelas Husin.

Husin menambahkan, bergabungnya mayoritas kader Demokrat dalam koalisi Prabowo, juga berpengaruh. “Banyak masyarakat yang masih menyukai figur SBY,”tuturnya.

18 COMMENTS

  1. Mohonpemilih Prabowo cek biografi beliau. Ketahuilah sejarah hutang dan kelola beliau dalam berbisnis, serta psikologisnya sehingga menghabiskan lebih dari 37 ponsel.

    • sorry ya, tapi kok pas itu dia ngelempar orang pake hp, tempramental benar tuh orang, gitu mw jadi presiden?

    • ponsel-ponsel dia sendiri, kok loe yang sewot?!?!? lihat tuh mak gembrot nyonya besarnya jokowi: yang dilempar perusahaan operator ponsel & satelitnya sekalian, dibanting lagi harganya…

      mo dibilang apatuh psikologisnya???

  2. Ha,,,ha…ha…ha….baru aja dibahas, eh ini satu lagi kampanye hitam buat Prabowo dari Riandy….. Terimakasih mas sdh ikut mendongkrak elektabilitas Pak Prabowo…

    • riandy tidak black campaign, dia cuma mohon kita untuk mengecek sendiri sejarahny. kita sendiri yang harus cari tahu kebenaran & fakta tentang capres & cawapresnya.

      • ponsel-ponsel dia sendiri, kok loe yang sewot?!?!? lihat tuh mak gembrot nyonya besarnya jokowi: yang dilempar perusahaan operator ponsel & satelitnya sekalian, dibanting lagi harganya…

        mo dibilang apatuh psikologisnya???

  3. Ryandy sok tahu. Hutang prabowo sudah dibayar sejak lama.. Sudah beres ndak ada masalah lagi.

  4. HUH, PRABOWO MAU JADI PRESIDEN, SEDANGKAN GAJI PARA BURUH DI PABRIKNYA YANG ADA DI KALIMANTAN SAJA YAITU, PT. KIANI KERTAS BELUM DIBAYAR, GIMANA TUH?

  5. coba tolong ya..qt sportif…!!! jgn pernah lg menjelek-jelekan capres/cawapres… siapa pun, yg tau cukup tau aja..ga usah sok2-an deh…

  6. Elektabilitas Prabowo-Hatta naik karena pemilih Islam mulai menentukan pilihannya pada Prabowo.

  7. Promosi dari mulut ke mulut yg dilakukan oleh para simpatisan adalah salah satu jurus jitu untuk menaikan elektabilitas Prabowo-Hatta

  8. Semua orang pasti memiliki kelemahan dan kelebihan, tapi kita bisa menentukan yang terbaik dari ke 2 Capres dan Cawapres. Dari visi misi 4 kali debat setidaknya kita sudah punya kriteria. Sayang moderator tadi malam nggak tegas. Pemberitaan di TV tidak imbang antara capres 1 dan capres 2, ada keberpihakan media terhadap suatu calon. Dan berpolitiklah yang santun, jangan saling menzalimi, menfitnah, dan ngebuli satu dengan yang lain. Kan semuanya bekerja untuk Indonesia tercinta yang lebih maju di 5 tahun mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here