Inilah Alasan Politisi Senior Gagal Masuk Senayan

0
53

Jakarta, PEMILU.com – Pemilu legislatif sudah usai. Jika dilihat dari hasil hitung cepat, beberapa politisi senior diprediksi tidak akan lagi merasakan empuknya kursi Senayan.

Menurut pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, ada beberapa alasan mengapa politisi senior tak masuk Senayan lagi di periode 2014-2019. “Pertama, sistem suara terbanyak mendorong para caleg di internal partainya sendiri bersaing ketat,” ujarnya kepada media ini, di Jakarta, Minggu (27/4).

Kedua, lanjut Siti, caleg yang kurang menyapa dan berinteraksi penuh dengan konstituen di dapilnya akan terlempar dan terkalahkan oleh caleg lain yang rajin menyapa dan mengunjungi mereka. Ketiga, secara umum kampanye disemarakkan dengan uang. Sehingga, kompetisi dan konstestasi antar caleg lebih menonjolkan siapa yang paling besar memberikan uangnya ke konstituen.

“Kontestasi seperti itu tak akan menghasilkan caleg yang (seluruhnya) berkualitas,” tegas dia.

Kemudian, para caleg yang memiliki prinsip dan idealisme tetap tak akan membagikan uang atas nama beli suara sehingga kalaupun tak terpilih mereka tidak terlalu patah arang.

Beberapa politisi senior yang tidak lolos diantaranya, Ketua DPR RI Marzuki Alie yang hanya memperoleh 15.208 suara. Kemudian, Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso dari Partai Golkar hanya meraup 24.367 suara di daerah Pemilihan Jawa Timur I. Ia dikalahkan Ketua DPD Partai Golkar Surabaya Adies Kadir Mapong yang meraih 30.090 suara.

Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dapil Yogyakarta juga gagal ke Senayan. Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi yang juga bertarung di Dapil Yogyakarta walaupun berada pada nomor urut satu, dia kalah bersaing dengan caleg nomor empat Andika Pandu Puragabaya. Suhardi dikalahkan Andika yang meraih 78 ribu suara.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo yang juga bertarung di Dapil Yogyakarta melalui Partai Demokrat, hanya meraih 28.143 suara. Roy kalah suara dengan rekannya satu partai Ambar Tjahyono yang meraup 38 ribu suara.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Lukman Hakim Saifuddin yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga dirediksi gagal melaju ke senayan. Ia bertarung di Daerah pemilihan Jawa Tengah 6 meliputi Purworejo, Wonosobo, Magelang, dan Temanggung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here