IPW: Pilpres 2014 Akan Diwarnai Konflik Horizontal

6
115

Jakarta, PEMILU.com – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) mengatakan, Mabes Polri perlu menekankan Polsek, Polres, dan Polda agar segera memaksimalkan jajaran intelijen dan Babinkamtibmasnya, sehingga bisa melakukan deteksi dini maupun antisipasi dini terhadap ancaman serta potensi konflik di tengah-tengah masyarakat. Selain itu Polsek, Polres, dan Polda diwajibkan bersikap cepat dan tegas dalam mengatasi konflik yang terjadi menjelang Pilpres 2014.

IPW menilai, 40 hari menjelang Pilpres 2014, situasi dan kondisi di masyarakat kian terbelah di antara dua pasangan capres dan cawapres, Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta. Eskalasi sosial politik menjelang Pilpres 2014 terlihat lebih panas ketimbang pilpres-pilpres sebelumnya.

“Hal ini disebabkan hanya ada dua pasangan calon. Sehingga ‘perang terbukanya’ lebih nyata dan tajam,” ujar Neta, di Jakarta, Jumat (30/5).

Dalam kondisi seperti ini, lanjut Neta, Polri perlu membuat atau mengupdate peta situasi kambtimas teraktual. Sehingga, Polri bisa memetakan daerah-daerah potensial terhadap ancaman kamtibmas maupun ancaman konflik sosial menjelang maupun sesudah Pilpres 2014.

Menurut Neta, potensi ancaman konflik sosial belakangan ini sudah terlihat, seperti yang terjadi di Jakarta dan DI Yogjakarta. Di Jakarta, Posko Relawan Jokowi-JK di Setiabudi dan baliho bergambar Megawati di Duri Pulo dibakar orang tak dikenal, beberapa hari lalu.

Sedangkan, di DIY, aksi demo mahasiswa menentang pencalonan Prabowo-Hatta berlangsung ricuh, dan pada Kamis (29/5) malam, rumah pimpinan Relawan Jokowi-JK di Yogjakarta, Julius Felicianus diserang orang tak dikenal. Julius sendiri luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Selain itu, Neta menambahkan, IPW sendiri melihat sejumlah daerah mulai menunjukkan suhu politiknya meninggi, yakni Aceh, Sumut, Lampung, Banten, Jakarta, Jabar Jogja, Jateng, Jatim, Sulsel, Sulteng, NTB, Kalbar, dan Papua. “Apa yang terjadi di Jakarta dan Jogja adalah bibit-bibit konflik dan gambaran bahwa Pilpres 2014 akan panas dengan konflik-konflik horizontal antar pendukung capres,” tandasnya.

6 COMMENTS

  1. Sebagai masyarakat dari Bangsa Indonesia, maka kita semua mempunyai kewajiban untuk menyelamatkan Indonesia, keberlansgsungan bangsa dan negara Indonesia. Untuk itu mari kita memilih PS sebagai pemimpin bangsa ini, untuk menjaga dan memulihkan kedaulatan bangsa dan negara kita Indonesia. Sebagai bangsa kita harus maju dan berjalan kedepan, tidak boleh mundur bahkan menjadi boneka bangsa asing. Mari saudara saudara, kita menjadikan PS sebagai pemimpin bangsa. Demi keutuhan NKRI, kedaulatan NKRI, dan kemajuan NKRI.

  2. Kita sebagai masyarakat dari Bangsa Indonesia, maka kita semua mempunyai kewajiban untuk menyelamatkan Indonesia, keberlansgsungan bangsa dan negara Indonesia. Untuk itu mari kita memilih PS sebagai pemimpin bangsa ini, untuk menjaga dan memulihkan kedaulatan bangsa dan negara kita Indonesia. Sebagai bangsa kita harus maju dan berjalan kedepan, tidak boleh mundur bahkan menjadi boneka bangsa asing. Mari saudara saudara, kita menjadikan PS sebagai pemimpin bangsa. Demi keutuhan NKRI, kedaulatan NKRI, dan kemajuan NKRI.

  3. Mari saudara saudara, sebagai masyarakat dari Bangsa Indonesia, maka kita semua mempunyai kewajiban untuk menyelamatkan Indonesia, keberlansgsungan bangsa dan negara Indonesia. Untuk itu mari kita memilih PS sebagai pemimpin bangsa ini, untuk menjaga dan memulihkan kedaulatan bangsa dan negara kita Indonesia. Sebagai bangsa kita harus maju dan berjalan kedepan, tidak boleh mundur bahkan menjadi boneka bangsa asing. Mari saudara saudara, kita menjadikan PS sebagai pemimpin bangsa. Demi keutuhan NKRI, kedaulatan NKRI, dan kemajuan NKRI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here