Kencangnya Isu Ganti Presiden Di Jabar

0
32

Jakarta, Pemilu – Gerakan #2019GantiPresiden berembus santer di Pilkada Jawa Barat. Cagub Ridwan Kamil pun mengaku kena dampak isu #2019GantiPresiden pada suara pemilih.

“Ya, itu salah satunya. Kalau kita sih lebih pada isu ganti presiden itu rada kencang di Jawa Barat. Kita juga terkena dampaknya, tapi tidak sebesar dampak yang nomor 4 (Deddy-Dedi) mungkin ya. Ini kita kan posisi kita kokoh kuat, tadi saya bilang paling posisi terakhir kurang-lebih 3-4 persen. Itu angka finalnya,” kata Ridwan di kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

Pria yang karib disapa Kang Emil itu menyebut dampak #2019GantiPresiden yang dirasakannya tidak sekencang yang dirasakan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. Gara-gara isu itu, para pemilih menghubung-hubungkannya dengan pilpres, padahal menurut Emil tak seharusnya isu itu dipakai di pilkada.

“Iya, karena kan isu itu membuat pemilih Jawa Barat menghubung-hubungkan antara pilkada dan pilpres. Kalaupun menurut kita tidak seharusnya, tapi juga namanya strategi orang,” kata Kang Emil.

Sebagaimana diketahui, aksi pamer kaus ‘2019 Ganti Presiden’ dilakukan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dalam debat Pilgub Jawa Barat, 14 Mei 2018. Salah satu inisiator gerakan #2019GantiPresiden itu sendiri adalah Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. PKS bersama Gerindra dan PAN merupakan partai pengusung pasangan Asyik di Pilgub Jabar.

Pasangan Asyik pada Pilkada 27 Juni 2018 pun mendapat perolehan suara yang cukup melejit. Padahal sebelumnya, Sudrajat-Syaikhu memperoleh elektabilitas yang cukup rendah dalam berbagai survei di Pilgub Jabar. Posisinya di bawah Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Hasil hitung cepat KPU Jabar, Sudrajat-Syaikhu dapat menempati posisi runner-up, di bawah Emil-Uu. Namun tim pasangan itu masih akan menunggu hasil hitung manual dan ketok palu KPU Jabar.

Terlepas dari keterangan Ridwan Kamil, pengaruh gerakan #2019GantiPresiden terhadap Pilgub Jabar sudah pernah diutarakan politikus Partai Gerindra Fadli Zon.

“Saya kira itu kan sudah menjadi suatu bukti, suatu kenyataan bahwa tagline #2019GantiPresiden itu mem-boosting, meningkatkan suara, dan memang masyarakat berharap ada pemimpin-pemimpin,” ujar Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/6).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here