KPU: Partai Tak Bisa Dukung Calon Independen

0
35

Jakarta, PEMILU.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan, calon kepala daerah tak bisa menggunakan dua jalur sekaligus untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Karena itu, calon harus memilih salah satu jalur, apakah independen atau melalui jalur partai politik.

“Jadi tidak ada nantinya seorang calon didukung oleh dua jalur, itu tidak bisa. Tidak ada di dalam undang-undang,” kata Komisioner KPU Hadar di Kantor KPU, Senin (27/6).

Hadar mengungkapkan, pada Pasal 42 ayat 1 perubahaan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah disebutkan pasangan calon didukung melalui partai politik, gabungan partai politik atau jalur perseorangan. Untuk itu, harus ada kejelasan calon didukung partai politik atau perseorangan saat menyerahkan dokumen ke KPU.

“Dalam dokumen resminya tidak bisa. Kalau di (pilih jalur) perseorangan, tidak boleh ada nama parpol di dokumen itu. Kalau mau dibuat gabungan ya undang-undang harus atur itu,” ucapnya.

Sementara KPU juga melalui peraturan teknis yang dibuat, tak bisa mengaturnya. Sebab, hal itu dapat melampaui kewenangan KPU sebagai penyelenggara pemilu.

“Tugas kami kan hanya melengkapi tata cara dalam pemilihan umum,” ujarnya.

Salah satu calon kepala daerah yang maju melalui jalur perorangan tapi juga didukung partai politik adalah Basuki Tjahaja Purnama. Setidaknya ada partai yang ikut menyokong pencalonan Ahok, antara lain Partai Golkar, Nasdem dan Hanura. Gabungan kursi di DPRD tiga partai tersebut sudah mencapai 24 kursi, sehingga mencukupi untuk mengusung Ahok maju melalui jalur partai politik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here