Menebak Arah Demokrat Berlabuh

0
37

Jakarta, Pemilu.com – Poros baru yang didorong Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat mungkin terbentuk. Pasalnya, komunikasi politik SBY yang cair dengan partai-partai menengah memudahkannya mencari sekutu.

“SBY akan dimudahkan berkoalisi dengan siapa pun. Sebab SBY juga tak terlalu banyak masalah masa lalu yang tak harmonis, ini akan mengairahkan poros baru yang mungkin saja dipimpin Demokrat,” ujar pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Pangi S. Chaniago, di Jakarta, Selasa (29/4)

Dengan demikian, Pangi memprediksi pemilihan presiden 9 Juli nanti akan diikuti empat pasangan calon presiden dan wakil presiden. Pertama, pasangan Prabowo Subianto – Ahmad Heryawan atau Aher yang diusung partai Gerindra dan PKS.

Kemudian, pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Mereka diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai NasDem. Selanjutnya pasangan yang diusung Partai Demokrat- PAN dan PKB yang mengusung Pramono Edhie Wibowo- Mafud MD. Terakhir Aburizal Bakrie yang diusung Golkar, kemungkinan akan berkoalisi dengan partai Hanura.

Dikatakan Pangi, koalisi dengan partai tengah akan dimenangkan oleh ketua umum yang hebat dalam berkomunikasi selain ada kesamaan visi, misi dan platform. Dia melihat komunikasi SBY lebih bagus dibandingkan dengan Megawati dan Prabowo.

Megawati lebih menutup diri. Ini akan menyulitkan, sebab orang tak akan nyaman masuk ke rumahnya. Sementara, Prabowo juga belum cair, seperti hanya mengirimkan surat ke majlis syuro PKS, langkah tersebut dinilai tidak efektif.

“Prabowo harus bisa berkomunikasi baik dengan partai tengah. Kalau tidak, Prabowo bisa terancam jadi capres setelah gagal gerindra berkomunikasi dengan PPP,” lanjut Pangi.

Namun, kata Pangi, poros baru akan tamat riwayatnya, kalau komunikasi antara Megawati dengan SBY cair dalam waktu dekat ini. PDI Perjuangan bisa mengambil pemenang konvensi capres partai Demokrat sebagai bakal cawapres Jokowi.

“Otomatis koalisi poros baru bubar dengan sendirinya. Politik itu serba kemungkinan, bisa saja terjadi, agak sulit kita memahami model koalisi Indonesia, jangan-jangan kita model koalisi unik satu-satunya di dunia. Ini cuaca jadi terang kan, selama ini cuaca PDIP dengan Demokrat mendung karena selama ini komunikasi SBY dengan Mega mengalami jalan buntu,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here