MoU Jokowi Dengan Korban Lapindo Paksa Ical Berjuang Keras Menangkan Prabowo

5
29

Jakarta, PEMILU.com – Pengamat politik Universitas Paramadina, Jakarta Hendri Satrio mengatakan, meski calon presiden Joko Widodo menandatangani kontrak politik dengan korban lumpur Lapindo, hal itu menjadikan pukulan telak bagi kubu Prabowo Subianto – Hatta Radjasa. Meskipun dalam gerbong Prabowo terdapat Aburizal -Ical- Bakrie sebagai pendukung pencapresan mereka.

“Pukulan telaknya ke Ical, bukan ke Prabowo. Karena masyarakat dalam memilih tidak terlalu peduli dengan figur tim sukses, yang dilihat adalah figur capres dan cawapresnya,” ujar Hendri ketika dihubungi Pemilu.com, di Jakarta, Jumat (30/5).

Kendati demikian, kata dia, pengaruhnya tetap ada tapi tidak signifikan. Sebab, yang bertarung antara Prabowo dan Jokowi.

Menurutnya, ini kurang strategis untuk menggembosi Prabowo. “Tapi MoU ini, akan memaksa Ical berjuang lebih keras lagi untuk memenangkan Prabowo,” katanya.

Hendri melihat, saat ini yang jadi sasaran tembak sudah bergeser dari Prabowo ke Timsesnya, antara lain SDA, Kaban dan Lapindo. “Dalam Pilpres, rakyat memilih berdasarkan tokoh belum terlalu substantial ke Timsesnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Calon presiden PDIP Joko Widodo menghadiri acara peringatan delapan tahun tragedi lumpur Lapindo di Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (29/5). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menandatangani kontrak politik dengan korban lumpur.

Isi kontrak politik tersebut di antaranya jaminan bagi warga miskin untuk mendapatkan akses kesehatan, pendidikan, perumahan yang layak, jaminan pekerjaan, serta penyelesaian kasus lumpur Lapindo. “Dalam kasus seperti ini, negara harusnya hadir sebagai representasi dari kedaulatan rakyat. Kalau negara absen, artinya negara lupakan rakyat,” ujar Jokowi di hadapan ribuan warga yang menjadi korban semburan lumpur panas Lapindo.

5 COMMENTS

    • apa yang anda katakan belum tentu bentar…hati hati jika memberikan komentar…mulutmu harimaumu…kecamkan itu

  1. “Pencitraan…”

    Jokowi di poles …Jokowi PENCITRAAN…jokowi di setting..jokowi..BOHONG tidak berperilaku sesungguhnya..

    “PemBohong”

    1. Bagaimana mungkin ada orang bisa bohong selamanya kepada semua orang?

    ingat “Bohong” nya jokowi bukan barusan ketika jadi Gubernur…dan terhitung sudah lama sejak jadi Walikota..

    Yang ada dan bisa adalah…

    “BOHONG kepada 1 orang untuk selamanya..atau
    BOHONG kepada semua orang tetapi tidak untuk selamanya.”
    =============================
    “Pencitraan kepada semua orang tetapi saat kampanye..”
    =============================

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here