Parliamentary Threshold Naik, Parpol Gurem Lenyap

0
50

Jakarta, PEMILU.com – Beberapa partai politik sepakat untuk menaikkan ambang batas minimal perolehan suara partai politik di parlemen dari 3,5 persen menjadi 4 hingga 10 persen. Diantaranya PKS yang menginginkan parlimentary threshold naik menjadi 4 hingga 5 persen, sementara partai Golkar mendorong agar dinaikkan menjadi 7 sampai 10 persen.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz menyatakan, rencana tersebut berpotensi membuang sia-sia suara pemilih. Selain itu, akan memangkas secara langsung partai politik yang tidak mampu meraih suara minimal untuk diikutsertakan dalam penghitungan suara menjadi kursi.

“Ada potensi disproporsionalitas dari penaikan ambang batas parlemen. Suara pemilih yang datang jauh-jauh ke TPS akan terbuang sia-sia,” kata dia, di Jakarta, dalam waktu dekat ini.

Penaikan ambang batas, sambung Masykuruddin, hanya akal-akalan segelintir partai politik agar semakin berkuasa dengan memangkas partai-partai kecil. “Partai mending membesarkan dirinya sendiri dengan mengemukakan visi misi program yang berpihak pada pemilih ketimbang menjegal partai kecil dan partai baru,” tandas Masykur.

Menurut Masykur ada jalan lain yang bisa ditempuh untuk menyederhanakan sistem kepartaian. Yaitu, merekayasa jumlah alokasi kursi per daerah pemilihan serta formula penghitungan konversi suara menjadi kursi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here