Partai Baru Tak Bisa Ajukan Calon Presiden

0
521
Partai Baru Tak Bisa Ajukan Calon Presiden

Jakarta, PEMILU.com –  Draf revisi UU Pemilu menyebutkan yang berhak mencalonkan presiden pada Pemilu 2019 adalah partai politik hasil Pemilihan Legislatif 2014. Dengan demikian, parpol baru tidak bisa mengajukan calon presiden.

Wakil Direktur Direktur Eksekutif Institute for Transformation Studies (Intrans), Endang Tirtana, mengatakan, aturan tersebut hanya akal-akalan partai besar yang ada di DPR. Sebab, dengan aturan tersebut, itu berarti hanya partai besar yang bisa mengusung pasangan capres-cawapres.

“Hal ini tentu bertentangan dengan keputusan MK yang menyatakan Pileg dan Pilpres 2019 dilakukan secara serentak tanpa harus berdasarkan ambang batas,” ujar Endang, Sabtu (17/9).

Menurut Endang, wacana ini muncul sebagai bagian dari strategi partai-partai besar pemenang pemilu 2014 untuk mengunci parpol-parpol papan menengah ke bawah agar tidak memunculkan calon presiden. Partai-partai besar tak ingin setiap parpol mengusulkan orang-orang terbaik yang memiliki kompetensi dan disukai rakyat.

“Karena akan memperkecil kemungkinan calon-calon partai besar bisa memenangkan pilpres,” ujar Endang.

Pengajuan usulan tersebut juga untuk mempersempit gerak dan menutup peluang kader-kader terbaik di setiap parpol untuk bertarung di 2019. Padahal setiap parpol memiliki tokoh yang cukup kuat dan layak untuk calon presiden dan wapres.

Lebih jauh Endang mengingatkan, pada Pemilu 2019, calon presiden setiap parpol akan mempengaruhi hasil pemilihan legislatif dari masing-masing parpol. “Jika setiap parpol mengusung calon yang tepat dan populis maka secara otomatis akan mempengaruhi hasil suara pileg dan akan menggerus suara partai-partai papan atas dan akan merugikan mereka,” katanya.

Karena itu, dia menegakan, jika parpol-parpol papan menengah ke bawah menerima saja draf revisi UU tersebut, artinya mereka telah masuk perangkap partai-partai besar pemenang pemilu 2014 dan kalah sebelum bertempur karena mengakui keunggulan partai besar. “Padahal setiap parpol masih memiliki peluang yang sama untuk memenangkan pileg 2019,” ucapnya.

Apalagi, lanjut Endang, pada pemilu 2019 terdapat 50 persen pemilih muda. Mereka diprediksi tidak akan memilih partai-partai yang hanya didominasi orang tua dan wajah lama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here