PBNU Menentang Rencana Penghapusan Kolom Agama di KTP

5
78

Jakarta, PEMILU.com – Rencana kubu Jokowi-JK yang akan menghapus kolom agama dalam kartu tanda penduduk (KTP) menuai pro dan kontra. Salah satunya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menentang keras rencana tersebut.

Menurut Marsudi, pihaknya tidak setuju penghapusan kolom agama dari KTP karena menyangkut kepentingan masyarakat pemegang KTP.

“Kita ambil contoh paling sederhana. Ketika terjadi kecelakaan di mana keluarga korban belum bisa dihubungi, penanganannya di rumah sakit, entah perawatan atau pemulasaran jenazah jika meninggal dunia, harus dilakukan sesuai dengan agama korban. Nah kalau keluarga korban belum bisa dihubungi, petugas mengetahui agama dari mana kalau bukan dari KTP?” tegas Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsudi Syuhud di Jakarta.

Terkait alasan tim pemenangan Joko Widodo – Jusuf Kalla, jika penghapusan kolom agama di KTP untuk kepentingan menjamin kebebasan beragama di Indonesia, dengan tegas Marsudi membantahnya. Diakuinya, tidak terdapat korelasi antara kebebasan beragama dengan pencantuman agama di dalam KTP.

“Undang-undang secara tegas menjamin kebebasan beragama masyarakat, tapi tidak bisa diartikan kebebasan secara liar. Masyarakat harus memilih salah satu agama yang diakui di Indonesia, pilih mana yang sesuai dengan keyakinannya,” pungkas Marsudi.

Sebelumnya, tim pemenangan Joko Widodo – Jusuf Kalla, Musda Mulia, dalam diskusi mengenai visi misi capres bertajuk ‘Masa Depan Kebebasan Beragama dan Kelompok Minor di Indonesia’ di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/6/214), mengatakan pihaknya menjanjikan penghapusan kolom agama di KTP jika pasangan ini terpilih. Menurut Direktur Megawati Institute itu,  keterangan agama di kartu identitas justru dapat disalahgunakan.

5 COMMENTS

  1. Suatu pemikiran yang sangat ceroboh dan keliru, apalagi dilakukan oleh seorang capres. Indonesia menganut paham Ketuhanan yang maha esa. Identitas kolom agama itu merupakan salah satu pengejawantahan dari Ketuhanan yang maha esa. Indonesia memang plurar tapi bukan berati disamakan antara penganut agama yg satu dengan agama yang lain. Kolom identitas agama itu diperlukan bagi setiap pemeluk agama terutama saat melakukan pernikahan, saat pergi haji saat seseorang meninggal dunia apalagi seandainya saat sesorang meninggal dunia tidak diketahui keluarganya, indentitas agama pada KTP itu jawabanya mau diapakan mayatnya.

    • kalau pemikiran jokowi seperti itu ane bukan malah ga milih jokowi tapi sangat benci ama tu orang,tu orang mau jual negara kita ma orang asing.,alasan bebas agama.,yang punya indonesia ini Allah dan umat islam,.

    • itu baru wacana/usul karena tingginya diskriminasi terkait sara. kalo masyarakat menolak bisa diperhatikan. kalau ada cara yang lebih baik bisa dipertimbangkan. gitu aja kok repot

  2. ALASAN PENGHAPUSAN KOLOM AGAMA DIKTP BUKAN KARENA MENGANCAM KEBEBASAN BERAGAMA, TETAPI MENGANCAM KEBEBASAN ORANG2 UNTUK MEMAKSA PINDAH AGAMA. KARENA MODUS OPERANDINYA ADALAH MENGURANGI MAYORITAS AGAMA RAKYAT INDONESIA DARI YANG MAYORITAS DIPELUK OLEH RAKYAT INDONESIA SEKARANG INI.

    USAHA INI SANGAT TERKENDALA DENGAN ADANYA KOLOM AGAMA DI KTP. OLEH KARENA ITU DIBUATLAH 1001 ALASAN UNTUK MENGHAPUS KOLOM AGAMA TSB…

    DAN TERNYATA PARA PENGKHIANAT BANYAK YANG MENDUKUNG USUL INI… 🙁

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here