Pengamat: 3 Paslon Ini Akan Ramaikan Pilpres

0
79

Jakarta, PEMILU.com – Pemilihan presiden tinggal menghitung hari. Menurut Direktur Emrus Corner Emrus Sihombing, Pilres hanya akan diramaikan tiga pasangan calon (paslon) capres dan cawapres.

Ketiga bakal capres itu, yakni Joko Widodo (Jokowi) dari PDI Perjuangan, Prabowo Subianto dari Partai Gerindra, dan Aburizal Bakrie (Ical) dari Partai Golkar. Dari frekuensi pemberitaan, Jokowi unggul dengan prosentase 47 persen, sedangkan Prabowo dan Ical masing-masing sebesar 31 persen dan 22 persen.

“Jokowi relatif bersih dari kolusi, korupsi dan nepotisme, memiliki pengalaman sebagai pamong, prestasi menata Kota Solo, tipikal pemimpin yang administratif dan humanis serta tak memiliki masalah dengan masa lalu. Itu kata wacana media,” jelas Emrus, di Jakarta, Senin (28/4).

Kendati diunggulkan dari sisi pemberitaan, Jokowi juga dinilai masih memiliki kekurangan. Gubernur DKI Jakarta itu belum memiliki konsep pembangunan ekonomi.

“Belum teruji melakukan komunikasi politik dengan politisi dari partai politik berskala nasional dan belum berpengalaman di partai politik,” jelas dia.

Sedangkan Prabowo, kata Emrus, memiliki kekuatan sebagai tipikal pemimpin yang tegas dan berani, relatif bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme, serta memiliki visi misi. Dari sisi komunikasi politik, mantan Danjen Kopassus TNI-AD itu dianggap dapat menjalin komunikasi dengan setiap golongan.

“Kelemahan Prabowo antara lain sering dikaitkan dengan soal penculikan aktivis, serta dinilai banyak pihak memiliki tipikal yang keras,” terang Emrus.

Sementara, kelebihan Ical adalah memiliki cukup kekuatan. Dia punya banyak pengalaman sebagai pengusaha, politisi dan birokrat.

Meski demikian, Ical memiliki beberapa kelemahan yakni perusahaannya tersandung kasus luapan lumpur Lapindo di Sidoarjo. Selain bukan berasal dari Jawa, Ical juga gagal mengangkat perolehan suara Golkar pada pemilihan legislatif 9 April lalu.

“Ini sudah jelas, saat ini perolehan suara Golkar hanya 14 persen. Jauh dari target 30 persen,” jelas Emrus.

Untuk diketahui, survei Emrus Corner dilakukan Februari hingga pertengahan April 2014. Metode yang digunakan riset kualitatif dan diawali dengan conten analysis. Kemudian dilanjutkan dengan discourse analysis dengan ruang lingkup memetakan isu dan gaya komunikasi capres dan cawapres. Sumber datanya adalah 15 media massa nasional baik cetak, online, dan televisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here