Pengamat: Tokoh Masih Malu-Malu Bicara ‘Syahwat’ Politiknya

0
31

Jakarta, PEMILU.com – Belakangan ini makin banyak tokoh nasional yang melakukan silaturahmi. Seperti Mahfud MD misalnya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu belum lama ini bertemu dengan punggawa partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh.

Meski Mahfud mengelak pertemuan itu merupakan agenda politik, namun peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menangkap adanya sinyalemen itu.

“Menurut saya banyak yang tidak terbuka, malu-malu mengungkapkan hasil pembicaraan dalam pertemuan tersebut,” ujar Karyono ketika dihubungi, di Jakarta, Jumat (2/4).

Oleh karenanya, menurut dia sebaiknya mereka terus terang saja bahwa pertemuan tersebut memang untuk menjajaki kemungkinan koalisi pasangan capres-cawapres. Tidak perlu dibungkus bahwa pertemuan itu hanya silaturahmi menyamakan visi dan misi untuk kemajuan bangsa.

“Saya kira akan lebih elegan bila terus terang bahwa pertemuan tersebut untuk negosiasi koalisi atau untuk membicarakan pasangan capres-cawapres,” lanjutnya.

Dikatakan Karyono, mengapa para elit politik itu enggan terbuka karena masih dipengaruhi oleh budaya ewuh pakewuh.
Memang dari segi positifnya tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan. Mengapa? Karena dalam pertemuan tersebut tentu menyangkut deal politik yang disepakati atau tidak disepakati.

Apabila hal itu diungkap ke publik bisa menimbulkan polemik. “Negatifnya, budaya politik semacam ini bisa menimbulkan kesan hipokritisi politik,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here