Perludem Kritisi Parpol Penerima Dana ‘Gelap’ Kampanye

0
182

Jakarta, PEMILU.com – Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengkritisi partai politik peserta pemilu yang menerima dana ‘gelap’ kampanye. Dua partai, PAN dan Demokrat masing-masing menerima sumbangan sebesar Rp100 juta dan Rp5 juta dan tidak disertai nama jelas.

“Justru yang harus dikritisi adalah parpol yang sampai bisa tidak cermat menerima dana yang tidak jelas,” kata Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini saat dihubungi Pemilu.com, di Jakarta.

Menurut Titi, sanksi yang diberikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan mengembalikan dana ‘gelap’ tersebut ke kas Negara sudah diatur oleh Undang-Undang (UU), bahwa kalau peserta pemilu menerima dana yang tidak jelas harus dikembalikan ke kas negara. Kalau tidak dikembalikan barulah bisa dikenal sanksi pidana.

“Jadi memang KPU tidak bisa bekerja di luar ketentuan yang sudah digariskan UU Pemilu,” jelas dia.

Titi menambahkan, dengan adanya dana-dana mencurigakan tersebut harus ditelusuri secara proaktif oleh Bawaslu  bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Singkatan, (PPATK). “Saya yakin dengan kemampuan dan infrastuktur yang dimiliki PPATK akan bisa mengungkap transaksi-transaksi ilegal dana kampanye pemilu legislatif 2014,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ditunjuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengaudit dana kampanye menemukan dua partai politik yang menerima sumbangan tanpa identitas yang jelas.  Hal itu dikatakan, Kepala Biro Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nur Syarifah mengatakan ditemukan adanya dua partai politik yang mendapatkan sumbangan tanpa identitas yang jelas. Karenanya, dana sumbangan tersebut dimasukkan ke dalam kas negara.

“Temuan kita ada penerimaan sumbangan tak ada indentitasnya. Ada 2 partai yang indentitasnya tak jelas disetor ke kas negara yaitu partai Demokrat 5 juta, dan PAN 100 juta,” ungkap Kepala Biro Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nur Syarifah, di  Jakarta Pusat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here