Pilpres Tak Boleh Dikotori Mafia

0
21

Jakarta, PEMILU.com – Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014 masih rawan kecurangan. Sebab, ada sejumlah masalah fundamental yang harus diantisipasi, yaitu jangan sampai terjadi adanya penyelenggara pemilu yang tidak netral. “Apabila itu terjadi maka pelaksanaan pemilu bisa kacau,” ujar Direktur IPI, Karyono Wibowo, saat dihubungi Pemilu.com, di Jakarta.

Masalah penggelembungan suara seperti yang terjadi pada pemilu legislatif di sejumlah daerah tidak boleh terulang kembali karena cara-cara seperti itu merusak kualitas demokrasi. Karena itu, siapapun yang menang dengan cara-cara curang bukan pemimpin ksatria.

“Pemimpin seperti itu tidak pantas memimpin negara. Mereka lebih cocok disebut sebagai pemimpin mafia,” kata Karyono.

Karena, lanjut dia, sifat culas dan curang itu merupakan ciri khas para mafia. Tetapi demokrasi tidak boleh dibajak oleh para mafia. Maka kekuatan rakyat atau civil society harus mencegah pelbagai bentuk kecurangan dalam pemilu.

Jangan sampai, kata Karyono, negara ini dipimpin oleh presiden dan wakil presiden dari pemilu yang cacat hukum dan cacat moral. Selain netralitas penyelenggara pemilu, yang menjadi titik rawan pemilu dan harus diawasi adalah masalah netralitas aparat, politik uang, dan kampanye hitam.

“Oleh karena itu, 4 poin tersebut harus menjadi perhatian semua pihak. Agar menghasilkan pemilu yang berkualitas,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here