Sumbangan Untuk Relawan Balon Kepala Daerah ‘Halal’

0
39

Jakarta, PEMILU.com – Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) biasanya tim relawan sudah bekerja menyiapkan tim pemenangan. Untuk menggerakkan mesin relawan ini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Berdasarkan kajian lembaga pemerhati pemilu, pemberian sumbangan kepada relawan tersebuh tidak melanggar hukum. Pasalnya, pemberian uang di luar tahapan kampanye dan belum ada undang-undang yang mengaturnya.

“Jika mengacu pada aturan formil maka tidak bisa disimpulkan bahwa sumbangan ini melanggar aturan. Praktik ini juga jamak dilakukan oleh partai dan kandidat dalam pemilu, ini belum diatur dalam UU pemilu,” demikian seperti yang tercantum dalam siaran pers ICW, JPRR dan Perludem.

Namun, menurut para aktifis kepemiluan itu menyarankan agar pendanaan relawan ini harus diatur dalam UU pemilu. Menurut mereka ada dua alasan.

Pertama, relawan telah bergerak layaknya tim pemenangan kandidat. Teman Ahok saat ini memang belum melakukan kegiatan pemenangan melainkan penggalangan dukungan dalam bentuk KTP agar Ahok bisa maju dalam Pilkada DKI melalui jalur perseorangan. Namun, hal tersebut patut dimaknai sebagai tahapan pra-pemilu yang juga membutuhkan ongkos politik besar.

Alasan kedua, relawan melakukan penggalangan dana publik, baik secara langsung atau tidak. “Seperti sumber keuangan teman Ahok misalnya, berasal dari dua sumber, yaitu sumbangan perseorangan dan penjualan merchandise,” kata mereka.

Oleh sebab itu, DPR dan pemerintah disarankan segera membuat aturan mengenai aktivitas kegiatan relawan khususnya dalam aspek pendanaan agar tidak terjadi kekosongan hukum. Mereka juga meminta agar KPU segera menyusun Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang mengatur kewajiban pelaporan dan audit dana pra-pendaftaran dari kandidat dan relawan pendukungnya.

“Dampak tidak diaturnya keuangan pra-pemilu ini sama bahayanya dengan apabila dana kampanye tidak diatur. Misalnya, masuknya dana illegal yang dapat melahirkancorrupt exchange antara kandidat dengan donatur, baik pra ataupun pasca pemilu.Dana itu juga potensial masuk melalui kelompok relawan,” tuturnya.

Sekedar informasi, dalam laporan keuangan Juni 2015, Teman Ahok mencatat mendapat sumbangan perseorangan sebesar Rp 500 juta. Namun, Identitas penyumbang tidak dicantumkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here