Taufik Basari: Kampanye Hitam Tanggung Jawab Kita Semua

7
20

Jakarta, PEMILU.com – Anggota tim kampanye Jokowi-JK, Taufik Basari mengatakan, kampanye hitam sesungguhnya tidak hanya tanggung jawab peserta pemilu, tetapi semua elemen juga turut bertanggung jawab. Sebab, menurut Taufik, Indonesia berdiri semangatnya adalah keberagaman. Sehingga, akan membahayakan semangat pluralisme bila menggunakan isu-isu SARA (Suku, Agama dan Ras) sebagai alat politik.

“Rasa permisif terhadap cara-cara berarti kita tidak bertanggung jawab dalam kebersamaan,” ujarnya dalam diskusi ‘Strategi Kampanye Media Pilpres 2014, Menyoal Penyebaraan Kebencian dan Video Ala Nazi”, di TIM, Jakarta, Jumat (27/6).

Kampanye hitam menjadi tanggung jawab pemerintah, penyelenggara pemilu dan aparat. Mereka bertanggung jawab untuk mencegah tidak berlanjutnya kampanye hitam atas nama SARA. Menurut Politisi Nasional Demokrat (NasDem) itu, negeri ini tidak berhenti pada 9 Juli. Karena itu, berdasarkan pengalaman penggunakan isu SARA sebagai alat politik akan sulit meredamnya.

“Jangan sampai kita punya cara-cara pendek, kita harus berpikir masa depan bangsa ini panjang,” pungkasnya.

7 COMMENTS

  1. Ketika kita harus menentukan pilihan atas sesuatu, maka seseorang tentu menentukan pilihan karena berdasarkan kebutuhan atas sesuatu. Bahkan Teori Maslow secara mendasar memberikan prioritas mengenai pilihan dan urutan perilaku manusia dalam memnuhi kebutuhannya. Dan itu dimulai dari kebutuhan yang paling mendasar. Demikian pula ketika melakukan pilihan pada calon Pemimpin bangsa Indonesia yang Insya Allah berlangsung pada tgl 9 Juli 2014 mendatang. Dengan keadaan bangsa Indonesia yang telah merdeka hamper 70 Tahun ini memerlukan seorang pemimpin yang menjadikan Indonesia menjadi Negara yang merdeka dan berdaulat dalam segala bidang kehidupan, mampu sejajar dengan bangsa bangsa lain didunia ini. Rakyat mendapatkan kesejahteraannya. Keamanan dan ketentraman didalam negeri, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Kemudian dari debat Capres, visi dan misi Capres, se kemampuan Capres, nasionalime serta kenegarawanan. Maka bangsa Indonesia harus memilih Capres No. 1 sebagai pemimpin bangsa. Oleh karena itu Saudara saudara sebangsa dan setanah air, Mari kita memilih dengan benar dan pikiran yang jernih serta obyektif yaitu dengan memilij Capres No.1. Karena itu adalah pilihan sesuai kebutuhan bangsa Indonesia saat ini.

  2. Kalau kita harus menentukan pilihan atas sesuatu, maka seseorang tentu menentukan pilihan karena berdasarkan kebutuhan atas sesuatu. Bahkan Teori Maslow secara mendasar memberikan prioritas mengenai pilihan dan urutan perilaku manusia dalam memnuhi kebutuhannya. Dan itu dimulai dari kebutuhan yang paling mendasar. Demikian pula ketika melakukan pilihan pada calon Pemimpin bangsa Indonesia yang Insya Allah berlangsung pada tgl 9 Juli 2014 mendatang. Dengan keadaan bangsa Indonesia yang telah merdeka hamper 70 Tahun ini memerlukan seorang pemimpin yang menjadikan Indonesia menjadi Negara yang merdeka dan berdaulat dalam segala bidang kehidupan, mampu sejajar dengan bangsa bangsa lain didunia ini. Rakyat mendapatkan kesejahteraannya. Keamanan dan ketentraman didalam negeri, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Kemudian dari debat Capres, visi dan misi Capres, se kemampuan Capres, nasionalime serta kenegarawanan. Maka bangsa Indonesia harus memilih Capres No. 1 sebagai pemimpin bangsa. Oleh karena itu Saudara saudara sebangsa dan setanah air, Mari kita memilih dengan benar dan pikiran yang jernih serta obyektif yaitu dengan memilij Capres No.1. Karena itu adalah pilihan sesuai kebutuhan bangsa Indonesia saat ini.

  3. betul pdpt bpk yg coment diatas, kebutuhan dasar mengembalikan kewibawaan orba dan hutang keluarga 

  4. Kalo pemilu kali ini berhasil memenangkan orang yang banyak melakukan kampanye hitam, maka hal ini akan ditiru pd kampany2 selanjutny. Seperti apa indonesia nanti dg pmimpin2 sperti itu??

  5. Kalo sampai pemilu ini bisa memenangkan orang yg berkampany hitam, maka hal ini akan ditiru pd pemilu2 selanjutny. Bagaimana nasib indonesia dg pemimpin2 yg sperti itu??

  6. KAlo sampai pemilu kali ini bisa memenangkan orang yg berkampanye hitam, maka hal ini akan ditiru pd pemilu2 slanjutny. Bagaimana nasib indonesia dg pemimpin2 sperti itu??

    • Kampanye Hitam yang marak dewasa ini jangan dituduhkan pada Pihak Lain bila tanpa bukti. Bisa saja ada pihak KETIGA yang ingin mengadu domba atau bisa saja DIBUAT SENDIRI sehingga terlihat seperti DIDZALIMI dengan harapan mendapat simpati rakyat ….. TANPA BUKTI Jangan MENUDUH, biarkan APARAT yang BERWENANG menanganinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here