Ahok: Kemungkinan Dirinya Menjadi Cawapres Jokowi Sangat Kecil, Karena Saya Dibentuk Dari Gerindra

0
46

Jakarta, Pemilu.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan dirinya belum tahu apakah diminta mendampingi Prabowo Subianto menjadi Calon Wakil Presiden. Namun pria yang biasa disapa Ahok ini mengaku kemungkinan itu kecil.

“Saya tidak tahu, apakah Gerindra bisa dapat suara 20 persen (untuk mengusung Prabowo-Ahok dalam Pilpres), tapi di DKI Jakarta, hari ini siapapun Gubernur dan Wakilnya, saya yakin masih ada Bupati, Walikota, atau Gubernur terbaik sudah berani mencalonkan diri ke Jakarta,” tutur Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (18/3).

Ahok mengatakan, dirinya dan Jokowi sudah membuka jalan agar DKI Jakarta mudah dibenahi. Dia juga mengaku kemungkinan dirinya menjadi Cawapres Jokowi sangat kecil. Pasalnya, ia sebagai Politisi Gerindra tidak mau mengkhianati Prabowo yang telah menjadikannya Wakil Gubernur DKI.

“Sudah diajak Prabowo, juga diajak Jokowi juga. Masa mau kawin sama dua orang?, Poligami. Saya tidak mau ah, Apalagi saya mau foto saya dipasang di bawah (Ruang Gubernur),” kata Ahok.

Dirinya, lanjut Dia, tidak mau menjadi juru kampanye, karena dirinya dan Walikota Bandung Ridwan Kamil diminta berhasil menjadi Kepala Daerah.

“Pak Sekjen (Fadli Zon) juga sama bilangnya, beliau sudah tanya ke pak Prabowo apakah mau memanfaatkan dua kadernya, saya dan pak Rridwan Kamil untuk kampanye. Ternyata pak Prabowo tegas mengatakan tidak karena ini sudah diwakafkan ke warga,” imbuhnya.

Menurut Ahok, jika dirinya dan Ridwan Kamil berhasil memimpin di daerahnya, maka hal itu sudah kampanye buat Gerindra. “Jadi tidak usah teriak-teriak di luar, hidup Gerindra hidup Gerindra, mending aku di sini (bekerja). Daripada aku dijemur terus teriak hidup-hidup,” ujar Dia.

Dia menegaskan, situasi Pemilu Presiden berbeda jauh dengan Pemilukada Gubernur DKI. Sehingga tidak mungkin dirinya mendampingi Jokowi di Pilpres.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here