PAN Nilai MoU KPU Dengan Lemsaneg Tidak Tepat

0
20

Jakarta, PEMILU.com – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo menilai, kerjasama antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg). Meskipun, menurut dia Lemsaneg adalah lembaga pengamanan informasi rahasia negara.

“IT pemilu itu harus independen dan terbuka, supaya tidak ada kecurangan pemilu. Jika lemsaneg masuk, peserta pemilu bisa meragukan independensi KPU khususnya di bidang IT,” jelas Dradjad, di Jakarta, Senin (30/9).

Kedua, terang Dradjad di negara-negara maju sekalipun tidak pernah NSA-nya (National Security Agency) ikut campur dalam IT dari KPU mereka. Ketiga, kepala Lemsaneg itu diangkat dan bertanggung jawab kepada Presiden, tanpa ada mekanisme persetujuan di DPR.

“Sementara, Presiden SBY juga menjadi Ketum PD. Bagaimana menjamin kenetralan Lemsaneg jika begini?,” kata dia.

Berbeda dengan TNI dan Polri, Panglima dan Kapolrinya dipilih harus melalui persetujuan DPR. Jadi ada mekanisme untuk menjaga netralitas TNI dan Polri.

Selain itu, Mayjen Nachrowi Ramli pernah menjabat Kepala Lemsaneg 2002-2008 dan sekarang menjadi Ketua DPD PD DKI. Kepala Lemsaneg, sekarang adalah yunior Mayjen Nachrowi Ramli.

“Siapa yang menjamin tidak ada ewuh pakewuh terhadap senior. Apalagi Kepala Lemsaneg bertanggung jawab langsung kepada Presiden,” lanjut dia.

Alasan kelima, terang Dradjad IT itu jantung proses pemilu. Dalam pemilu yang lalu muncul kecurigaan yang luar biasa terhadap IT KPU. Pelibatan Lemsaneg akan memperbesar kecurigaan ini. Dan itu tidak sehat bagi demokrasi kita.

“Idealnya semua parpol diberi akses seterbuka dan seluas mungkin terhadap IT KPU. Masing-masing parpol mengirim minimal 2 ahli IT, yang bisa mengawasi hardware dan software. MoU bisa dibatalkan jika perlu,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here