Aburizal Bakrie

[one_half]Dalam dunia usaha, nama Aburizal Bakrie sudah tidak asing lagi. Selepas menyelesaikan kuliah di Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1973, Ical memilih fokus mengembangkan perusahaan keluarga, dan terakhir sebelum menjadi anggota kabinet, sempat memimpin Kelompok Usaha Bakrie (1992-2004).[/one_half]

[one_half_last][facebook]      [tweet]      [Google]

 

[follow id=”PemiluCom” size=”large” count=”true” ][/one_half_last]

 

Selama berkecimpung di dunia usaha, Ical juga aktif dalam kepengurusan sejumlah organisasi pengusaha. Sebelum memutuskan meninggalkan karier di dunia usaha, jabatan sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) selama dua periode (1994-2004) pernah ia emban. Meksipun pada saat itu perjalanannya sempat terhambat lantaran tidak direstui penguasa Orde Baru, Presiden Soeharto.

Pada 2004, Ical memutuskan untuk mengakhiri karier di dunia usaha, setelah mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009. Dan sejak terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2009-2010, waktu dan energinya tercurah untuk mengurus partai.

Rapat Pimpinan Nasional III Partai Golkar di Bogor, Jawa Barat, pada 29-30 Juni 2012, menetapkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau ARB sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2014. Meski Ical mengakui dalam berbagai survey belum teratas, namun di survei capres dirinya sesumbar selalu ada di peringkat tiga besar. Dari tiga besar itu, hanya Ical mengaku memiliki eligibilitas tertinggi.

Nama Ical kian tersohor sejak Mei 2006. Pada areal sumur pengeboran gas alam milik Lapindo Brantas Inc., salah satu unit usaha Grup Bakrie, keluar semburan lumpur panas. Bencana itu telah membuat lebih dari 10 ribu orang mengungsi dan 400 hektar lahan terendam, termasuk sawah, rumah, pabrik dan sekolah. Jalan poros menuju kota Surabaya pun rusak dan akibatnya perekonomian Jawa Timur sempat lumpuh.

 

Pendidikan

Fakultas Elektro, Institute Teknologi Bandung (ITB), lulus tahun 1973

Pekerjaan

1992 – sekarang Komisaris Utama/Chairman, Kelompok Usaha Bakrie
1989 – 1992 Direktur Utama PT. Bakrie Nusantara Corporation
1988 – 1992 Direktur Utama PT Bakrie & Brothers
1982 – 1988 Wakil Direktur Utama PT. Bakrie & Brothers
1974 –1982 Direktur PT. Bakrie & Brothers
1972 – 1974 Asisten Dewan Direksi PT. Bakrie & Brothers

Organisasi

2009 – 2014 Ketua Umum Partai GOLKAR
2000 – 2005 Anggota Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia)
1999 – 2004 Ketua Umum KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) periode II
1996 – 1998 Presiden, Asean Chamber of Commerce & Industry
1996 – 1997 International Councellor, Asia Society
1994 – 1999 Ketua Umum KADIN periode I
1993 – 1998 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode II
1993 – 1995 Anggota Dewan Penasehat, International Finance Corporation
1993 – 1995 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode II
1991 – 1993 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode I
1989 – 1994 Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia
1988 – 1993 Wakil Ketua Umum, KADIN Bidang Industri dan Industri Kecil
1988 – 1993 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode I
1985 – 1993 Ketua Bidang Dana PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia)
1984-sekarang Anggota Partai Golkar
1984 – 1988 Wakil Ketua, Asosiasi Kerjasama Bisnis Indonesia – Australia
1977 – 1979 Ketua Umum, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)
1976 – 1989 Ketua Umum, Gabungan Pabrik Pipa Baja Seluruh Indonesia
1975: Ketua Departemen Perdagangan HIPMI
1973 – 1975 Wakil Ketua Departemen Perdagangan, HIPMI

Penghargaan

2011 Penghargaan “Bintang Mahaputera Adipradana” dari Pemerintah Republik Indonesia
1997 Penghargaan “ASEAN Business Person of the Year” dari the ASEAN BusinessForum
1995 Pengharagaan “Businessman of the Year” dari Harian Republika
1986 Penghargaan “The Outstanding Young People of the World” dari the Junior Chamber of Commerce

Social Media

[divider]