Home / Profil / Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Dahlan Iskan
Nama Lengkap : Dahlan Iskan
Panggilan : Dahlan
Agama : Islam
Tempat Lahir : Magetan, Jawa Timur
Tanggal Lahir : 17 Agustus 1951
Zodiac : Leo
Hobby : Membaca
Pasangan : Nafsiah Sabri
Anak : Azrul Ananda
Partai Politik : Partai Demokrat
Dahlan Iskan dikabarkan tak sempat menamatkan kuliahnya, lantaran kesibukannya saat mengawali karier sebagai wartawan pada sebuah surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur, tahun 1975. Setahun kemudian dia menjadi salah satu wartawan majalah Tempo selama 6 tahun. Dan pada tahun 2000, ia pun mengambil alih pengelolaan koran Jawa Pos yang hampir mati kala itu, dalam kurun waktu 5 tahun, koran yang sebelumnya beroplah 6.000 ekslempar melonjak menjadi 300.000 eksemplar.
           

 

 

23 Desember 2009, suami dari Nafsiah Sabri itu, mengawali kariernya di pemerintahan sebagai Direktur Utama PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggantikan Fahmi Mochtar. Disaat itulah, Dahlan membuat beberapa gebrakan, diantaranya bebas byar pet se-Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Lewat tangan dingin Dahlan, tahun 2010 PLN berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 17 Oktober 2011, menunjuk Dahlan sebagai Menteri BUMN. Pejabat negara yang terkenal karena ‘nyentrik’ ini meluncurkan beberapa program salah satunya restrukturisasi aset dan downsizing (penyusutan jumlah) sejumlah badan usaha. Beberapa kinerjanya disorot. Dahlan gagal membawa lima perusahaan BUMN untuk melepas saham perdana (initial public offering/IPO) di lantai bursa. Meski demikian, berkat kepemimpinannya, BUMN dinilai bersih dari korupsi oleh masyarakat juga merupakan kinerja dan keberhasilannya membangun BUMN.

Pendidikan

  • SDN Desa Bukur, Jiwan, Madiun
  • Madrasah Tsanawiyah Pesantren Sabilil Muttaqien, Takeran, Magetan
  • Madrasah Aliyah Pesantren Sabilil Muttaqien, Takeran, Magetan
  • Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Cabang Samarinda, 2,5 tahun (DO)

Karir & Organisasi

  • 1972-1976 Reporter Mimbar Masyarakat
  • 1976-1982 Koresponden dan Kepala Biro Jatim Majalah Tempo
  • 1982-1984 Pemimpin Redaksi Jawa Pos
  • 1984-2005 Chairman & CEO Jawa Pos
  • 2009-2011 Direktur Utama PLN
  • 2011 Menteri BUMN Kabinet Indonesia Bersatu II

Social Media


Dukung Jokowi-JK, Dahlan Diminta Selesaikan Dulu Masalah Outsourcing BUMN

Dukung Jokowi-JK, Dahlan Diminta Selesaikan Dulu Masalah Outsourcing BUMN

Juru bicara caon wakil presiden (Cawapres) Jusuf Kalla, Poempida Hidayatullah kaget dengan rencana ribuan pendukung Dahlan Iskan bermanuver untuk mendukung pasangan capres cawapres Joko Widodo - Jusuf Kalla pada pemilu presiden 2014.

Read More »

Dahlan Iskan Soroti Kebijakan Energi

Dahlan Iskan Soroti Kebijakan Energi

Peserta Konvensi calon presiden partai Demokrat Dahlan Iskan menyorot soal kebijakan energi dalam penyampaian pidato politiknya.

Read More »

Rampo: Dahlan Iskan Bisa Patahkan Jokowi

Dahlan Iskan Bisa Kalahkan Jokowi

Selama ini, Jokowi selalu menduduki peringkat teratas survey calon presiden. Namun, menurut politisi partai Demokrat Jokowi bisa dikalahkan Dahlan Iskan.

Read More »

Dahlan Iskan Capres Alternatif Potensial

Dahlan Iskan Capres Alternatif

Bos media Jawa Pos Group, Dahlan Iskan capres potensial yang diunggulkan dalam sejumlah lembaga survey untuk mengalahkan calon lainnya.

Read More »

Dahlan Iskan Kalah Pamor Dengan Megawati dan Ical

Dahlan Iskan Kalah Pamor Dengan Megawati dan Ical

Meski menjadi menteri, rupanya pamor Dahlan Iskan belum mampu terkatrol. Hal itu terlihat dari hasil survey terbaru Lingkaran Survey Indonesia (LSI).

Read More »

Biodata Dahlan Iskan (Peserta Konvensi Capres)

Biodata Dahlan Iskan (Peserta Konvensi Capres)

Karier Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur pada tahun 1975. Tahun 1982, Dahlan Iskan mulai memimpin surat kabar Jawa Pos.

Read More »

Walikota DIY Kalahkan Ketua DPD RI

Walikota DIY Kalahkan Ketua DPD RI

Elektabilitas Walikota Kodya Yogyakarta DIY Herry Zudianto unggul tipis dengan Ketua DPD RI Irman Gusman, keduanya masing seberar 0,1 persen dan 0,0 persen untuk nama-nama yang paling layak menjadi bakal calon presiden Demokrat. Namun keduanya seimbang ketika diposisikan sebagai wakil presien, yakni 0,2 persen.

Read More »

Ini Janji Dahlan Iskan

Ini Janji Dahlan Iskan

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan berjanji akan menjadikan Indonesia negara besar. Caranya adalah dengan meningkatkan produk domestik bruto minimal 2.000 billion dollar AS.

Read More »

4 responses to “Dahlan Iskan”

  1. abahgalunggung says:

    Bismillaah, Segala puja dan puji hanya milik Allaah SWT semata Rabb-nya manusia, Raja-nya manusia, Sembahan-nya manusia, Penguasa alam jagat raya ini beserta seluruh ini dan Penguasa alam akhirat !!!
    Allaah SWT tempat bergantungnya seluruh makhluk dan Allaah SWT yang telah menjadikan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa di antara kalian yang paling baik amal shalehnya !!!
    Setiap sesuatu pasti akan musnah kecuali hanya Dzat Allaah SWT Yang Maha Kekal !!!
    Setiap diri adalah pemimpin dan pasti akan ditanya oleh Allaah SWT tentang tanggung jawab kepemimpinannya !!!
    Diperebutkan ataupun tidak tanggung jawab kepemimpinan pasti akan menghampiri kita semua !!!
    Sehingga kita semua harus sadar betul jika memilih pemimpin harus yang bersedia tanggung jawab terhadap kesejahteraan lahir maupun bathin di dunia dan akhirat serta menyelamatkan bawahannya dari siksa adzab api neraka !!!

    Jadi bukan berasal dari mana para pemimpin itu datang !!!
    Sekarang ini Indonesia dipimpin oleh para pemimpin yang berasal dari turunan Jawa hasilnya adalah seperti ini melarat lahir dan bathin tersiksa di dunia apalagi di akhirat.

    Bagaimana jika yang memimpin adalah orang-orang keturunan China ???
    Tidak diberi kesempatan menjadi Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif serta ABRI menguasai NKRI ini apalagi jika diberi.

    Ingat dulu Singapura yang memimpin negerinya adalah suku Melayu sekarang ???

    Apakah jika kita lengah NKRI bakal seperti Singapura ???

    Ingat sekarang, tanah yang ada di tanah air kita mayoritas milik siapa ???

    Sekarang penduduk yang mendominasi tanah air kita jumlahnya sudah berapa orang ??? bangsa kita harus di KB kalau mereka ???
    Akibatnya jumlah penduduknya bertambah pesat.

    Sekarang posisi mereka tidak hanya di dunia perdagangan dan kedokteran serta pengacara saja akantetapi sudah menguasai seluruh posisi termasuk di Legislatif, Eksekutif, Yudikatif.

    Jika syarat wilayah, penduduk serta pemerintahan sudah dikuasai mereka maka satu langkah lagi bangsa Indonesia yang pribumi bakal seperti bangsa Melayu di Singapura tersisihkan, syarat tersebut adalah pengakuan dari negara yang lain dan itu sangat mudah sekali tingal melangkah ke Singapura.

    Maka Bangsa Indonesia pribumi tamat riwayatnya di gantikan oleh mereka, sudah siapkah ???

    Pertanyaannya adalah siapakah yang memiliki peluang besar untuk menjadi Presiden RI berikutnya ???

    Pribumi atau Non Pribumi ???

    Sadarlah wahai saudara-saudaraku dari Sabang sampai Merauke !!!

    Bersatu NKRI utuh, bercerai NKRI hancur luluh menjadi tak utuh seluruh pribumi jatuh, terbunuh,
    " Dan jika kalian mengikuti kebanyakan orang di muka bumi ini maka mereka akan menyesatkan kalian di jalan Allaah SWT, mereka hanya mengikuti prasangka mereka belaka dan mereka telah berdusta kepada Allaah SWT " ( Al Qur an surat Al An Am : 116 )

    Allaah SWT saja telah didustai oleh mereka apalagi anda !!!

  2. belajar hukum

  3. nugra says:

    maju terus pak dahlan

  4. Usep Syarif Hidayat says:

    PDIP idolaku
    NASDEM Aspirasiku
    GERINDRA gerakanku
    GOLKAR pilihanku
    JOKOWI presidenku
    Tasikmalaya kelahiranku
    Lombok tempat tinggalku
    Jempong Baru kelurahanku
    INDONESIA NEGARA TERCINTAKU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *