Dahlan Iskan

[one_half]Dahlan Iskan dikabarkan tak sempat menamatkan kuliahnya, lantaran kesibukannya saat mengawali karier sebagai wartawan pada sebuah surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur, tahun 1975. Setahun kemudian dia menjadi salah satu wartawan majalah Tempo selama 6 tahun. Dan pada tahun 2000, ia pun mengambil alih pengelolaan koran Jawa Pos yang hampir mati kala itu, dalam kurun waktu 5 tahun, koran yang sebelumnya beroplah 6.000 ekslempar melonjak menjadi 300.000 eksemplar.[/one_half]

[one_half_last][facebook]      [tweet]      [Google]

 

[follow id=”PemiluCom” size=”large” count=”true” ][/one_half_last]

 

23 Desember 2009, suami dari Nafsiah Sabri itu, mengawali kariernya di pemerintahan sebagai Direktur Utama PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggantikan Fahmi Mochtar. Disaat itulah, Dahlan membuat beberapa gebrakan, diantaranya bebas byar pet se-Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Lewat tangan dingin Dahlan, tahun 2010 PLN berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 17 Oktober 2011, menunjuk Dahlan sebagai Menteri BUMN. Pejabat negara yang terkenal karena ‘nyentrik’ ini meluncurkan beberapa program salah satunya restrukturisasi aset dan downsizing (penyusutan jumlah) sejumlah badan usaha. Beberapa kinerjanya disorot. Dahlan gagal membawa lima perusahaan BUMN untuk melepas saham perdana (initial public offering/IPO) di lantai bursa. Meski demikian, berkat kepemimpinannya, BUMN dinilai bersih dari korupsi oleh masyarakat juga merupakan kinerja dan keberhasilannya membangun BUMN.

Pendidikan

  • SDN Desa Bukur, Jiwan, Madiun
  • Madrasah Tsanawiyah Pesantren Sabilil Muttaqien, Takeran, Magetan
  • Madrasah Aliyah Pesantren Sabilil Muttaqien, Takeran, Magetan
  • Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Cabang Samarinda, 2,5 tahun (DO)

Karir & Organisasi

  • 1972-1976 Reporter Mimbar Masyarakat
  • 1976-1982 Koresponden dan Kepala Biro Jatim Majalah Tempo
  • 1982-1984 Pemimpin Redaksi Jawa Pos
  • 1984-2005 Chairman & CEO Jawa Pos
  • 2009-2011 Direktur Utama PLN
  • 2011 Menteri BUMN Kabinet Indonesia Bersatu II

Social Media


[divider]