Rhoma Irama

[one_half]Rhoma Irama mengawali karirnya sebagai seorang pemusik dengan mendirikan band musik bernama Gayhand tahun 1963. Kemudian membentuk band sendiri bernama Soneta pada 13 Oktober 1973. Bersama grup Soneta yang dipimpinnya itulah, Rhoma tercatat pernah memperoleh 11 Golden Record dari kaset-kasetnya.[/one_half]

[one_half_last][facebook]      [tweet]      [Google]

 

[follow id=”PemiluCom” size=”large” count=”true” ][/one_half_last]

 

Dalam panggung politik, ia sempat menjadi maskot penting PPP, setelah terus dimusuhi oleh Pemerintah Orde baru karena menolak untuk bergabung dengan Golkar. Rhoma pernah terpilih sebagai anggota DPR mewakili utusan Golongan yakni mewakili seniman dan artis pada tahun 1993. Pada pemilu 2004 Rhoma Irama tampil pula di panggung kampanye PKS.

Rhoma sempat kuliah di Universitas 17 Agustus Jakarta, tetapi tidak selesai. Pada bulan Februari 2005, pria yang akrab dikenal dengan sebutan Bang Haji itu memperoleh gelar doktor honoris causa dari American University of Hawaii dalam bidang dangdut. Namun, gelar tersebut dipertanyakan banyak pihak karena universitas ini diketahui tidak mempunyai murid sama sekali di Amerika Serikat sendiri, dan hanya mengeluarkan gelar kepada warga non-AS di luar negeri. Selain itu, universitas ini tidak diakreditasikan oleh pemerintah negara bagian Hawaii.

Sebagai seorang selebriti dan politisi, pernyataan-pernyataan Raja Dangdut itu kerap menimbulkan kontroversi. Pada tahun 2003, Rhoma menjadi sorotan media karena mengkritik Inul Daratista, penyanyi dangdut yang sedang naik daun karena mengandalkan gaya tarinya yang dianggap mesum. Rhoma dengan mengatas-namakan organisasi PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia), menentang peredaran album Goyang Inul yang dirilis Blackboard pada akhir Mei 2003.

Pada tahun yang sama, Rhoma dalam sebuah penggerebekan, tertangkap basah sedang berduaan dengan Angel Lelga. Rhoma berdalih, ia hanya memberikan nasihat dan petuah agar menghindarkan Angel Lelga dari jurang kenistaan. Namun, Rhoma kemudian mengakui bahwa ia sebenarnya telah menikah dengan Angel Lelga.

Pada Januari 2006, Rhoma di hadapan anggota DPR kembali mengeluarkan pernyataan menentang aksi panggung Inul, dalam dengar pendapat pembahasan RUU Antipornografi antara DPR dan kalangan artis. Juli 2012, dalam sebuah ceramah, Rhoma Irama dikecam atas ceramahnya yang mengandung isu SARA, berkaitan dengan Pemilukada DKI Jakarta putaran ke-2. Namun, Panitia Pengawas Pemilu menyatakan ia tidak bersalah.

Pada akhir tahun 2012, publik dikejutkan dengan pernyataan bahwa Rhoma Irama siap maju sebagai calon presiden 2014. Gayung bersambut, Rhoma akhirnya menemukan mesin politik yang bisa ia kendarai yakni, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Pendidikan

  • SD Kibono Manggarai Jakarta
  • SMP Negeri XV Jakarta
  • SMA PSKD Jakarta
  • SMA 17 Agustus Tebet Jakarta
  • Fakultas Sospol Universitas 17 Agustus

Karir & Organisasi

  • Forum Umat Islam (FUI)
  • Ketua PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu indonesia
  • Asosiasi Hak Cipta Musik Dangdut Indonesia

Social Media

[divider]