TERBARU:
Home / Profil / Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra
Nama Lengkap : Yusril Ihza Mahendra
Panggilan : Yusril Ihza Mahendra
Agama : Islam
Tempat Lahir : Belitung, Indonesia
Tanggal Lahir : 5 Februari 1956
Zodiac : Aquarius
Pasangan : Kessy Sukaesih (Cerai), Rika Tolentino Kato
Anak : Yuri Kemal Fadlullah, Kenia Khairunissa, Meilany Alissa and Ali Reza Mahendra
Partai Politik : Partai PBB
Yusril Ihza Mahendra dikenal sebagai pakar hukum tata negara. Pria selalu tampil muda dengan setelan celana jeans ini namanya kian melambung sejak dinobatkan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Pria kelahiran Kepulauan Bangka ini belakangan juga kian populer lantaran beberapa kali ‘mempermalukan’ negara. antara lain pernah menggugat pemerintah dalam hal jabatan Jaksa Agung, kenaikan harga BBM, pemberian grasi atas terpidana narkoba Schapelle Corby, serta jabatan wakil menteri dalam kabinet pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
         

 

 

Fakta terbaru tentang kemenangan Yusril terhadap negara adalah ketika hakim PTUN memenangkan gugatannya sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Bulan Bintang terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Di dunia pendidikan, Yusril  dikenal sebagai Professor dan Pakar Hukum Tata negara.  Ia berprofesi sebagai dosen di beberapa universitas seperti dosen di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dosen di Akademi Ilmu Pemasyarakatan, Departemen Kehakiman pada tahun 1983, serta Guru besar di Program Pascasarjana UI dan juga Fakultas Hukum UI. Ia diangkat sebagai Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Indonesia dan mengajar Hukum Tata Negara, Teori Ilmu Hukum dan Filsafat Hukum pada program pascasarjana.

Dunia politik, mengantarkan Yusril menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang sejak 1998 hingga 2005. Ia juga pernah menjadi anggota organisasi yang berafiliasi kepada Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) yang bernama Pemuda Muslimin.Sebagai politisi, ia pernah aktif di dalam kelompok yang disebut Poros Tengah, yang mendorong KH Abdurrahman Wahid ke puncak kursi kepresidenan melalui Sidang Umum MPR RI Oktober 1999.

Sejak keluar dari pemerintahan, Yusril kembali menjadi pakar hukum dan politik yang sangat kritis. Mantan Mensesneg SBY itu tak segan-segan mengeluarkan kritikan yang keras terhadap pemerintah SBY. Mengenai sikapnya itu, Yusril menegaskan bahwa tindakannya merupakan bagian dari  koreksi atas arah kebijakan yang dinilai salah dari pemerintahan SBY.

Di luar aktivitasnya sebagai konsultan hukum dan politisi, Politisi yang kerap dijuluki Mohamad Nasir muda itu,l aktif dalam sebuah ormas bernama Persatuan Indonesia (Perindo). Ormas ini, didirikan sebagai ruang diskusi bagi para politisi yang merasa prihatin atas kondisi bangsa ini yang tak kunjung beranjak ke arah perbaikan.

Yusril akhir tahun lalu mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden 2014 di Surabaya, Jawa Timur. Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) itu disokong partainya dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Selain itu, saat ini dia juga tengah mengikuti KOnvensi Rakyat untuk mencari capres. “Saya siap memikul tanggung jawab ini, menjadi calon presiden,” kata Yusril, yang mendapat panggilan baru Gus Yim, dalam deklarasinya di halaman gedung Jatim Expo, Surabaya, 8 Desember 2013.

 

Pendidikan

Filsafat Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Tahun 1982
Hukum Tata Negara, Universitas Indonesia, Tahun 1983
Social Science (Master), University of the Punjab, Tahun 1984
Politic Science (Doctor), University Sains Malaysia 1993

Karir

Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, 26 Agustus 2000-7 Februari 2001
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Kabinet Gotong Royong, Agustus 2001-2004
Menteri Sekretaris Negara Kabinet Indonesia Bersatu, 20 Oktober 2004-2007
Staf pengajar di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Akademi Ilmu Pemasyarakatan, Depkeh (1983, serta Program Pascasarjana UI dan UMJ)

Social Media

Strategi Yusril Kalahkan Ahok

Strategi Yusril Kalahkan Ahok

Pendekar dalam hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra sedikit demi sedikit mulai memaparkan visi misinya sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta.

Read More »

Yusril Pertanyakan Tujuan Ahok Gugat UU Pilkada

Yusril Pertanyakan Tujuan Ahok Gugat UU Pilkada

Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mempertanyakan tujuan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menggugat Pasal 70 ayat 3 Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota (UU Pilkada) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Read More »

Yusril Siap Lawan Ahok di MK

Yusril Siap Lawan Ahok di MK

Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra siap melawan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Mahkamah Konstitusi (MK). Ahok menggugat UU Pilkada karena mensyaratkan cuti saat kampanye bagi petahana.

Read More »

Nahdliyin Dukung Sekda DKI Jadi Wagub

Nahdliyin Dukung Sekda DKI Jadi Wagub

Perwakilan dari Komite Al Itqan Nahdliyin Syamsul Ma'arif mengatakan, pihaknya mendukung semua tokoh yang dimunculkan Majelis Pelayan Jakarta (MPJ).

Read More »

Survey MPJ, Yusril Teratas

Survey MPJ, Yusril Teratas

Hasil poling terbaru Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) mengerucutkan 5 orang nama dari 22 tokoh paling berpengaruh untuk diusung di Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

Read More »

Yusril Minta MPJ Lakukan Penjaringan Melalui Survey

Yusril Minta MPJ Lakukan Penjaringan Melalui Survey

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra meminta Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) segera memutuskan satu pasangan calon yang akan didukung dalam Pilkada 2017 nanti.

Read More »

Yusril Curhat Kerap Diolok-olok

Yusril Curhat Kerap Diolok-olok

Ketua Umum Partai Bulan Bintan (PBB) Yusril Ihza Mahendra, mengaku kerap diolok-olok karena mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta di sejumlah partai politik.

Read More »

Yusril Yakin Menangkan Pilkada DKI

Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra, yakin akan memenangi Pilkada DKI 2017. "Saya pikir kalau fair, saya bisa memenangkan pertarungan ini," katanya, Selasa (18/5).

Read More »

8 responses to “Yusril Ihza Mahendra”

  1. […] YUSRIL IHZA MAHENDRA […]

  2. abahgalunggung says:

    Bismillaah, Segala puja dan puji hanya milik Allaah SWT semata Rabb-nya manusia, Raja-nya manusia, Sembahan-nya manusia, Penguasa alam jagat raya ini beserta seluruh ini dan Penguasa alam akhirat !!!
    Allaah SWT tempat bergantungnya seluruh makhluk dan Allaah SWT yang telah menjadikan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa di antara kalian yang paling baik amal shalehnya !!!
    Setiap sesuatu pasti akan musnah kecuali hanya Dzat Allaah SWT Yang Maha Kekal !!!
    Setiap diri adalah pemimpin dan pasti akan ditanya oleh Allaah SWT tentang tanggung jawab kepemimpinannya !!!
    Diperebutkan ataupun tidak tanggung jawab kepemimpinan pasti akan menghampiri kita semua !!!
    Sehingga kita semua harus sadar betul jika memilih pemimpin harus yang bersedia tanggung jawab terhadap kesejahteraan lahir maupun bathin di dunia dan akhirat serta menyelamatkan bawahannya dari siksa adzab api neraka !!!

    Jadi bukan berasal dari mana para pemimpin itu datang !!!
    Sekarang ini Indonesia dipimpin oleh para pemimpin yang berasal dari turunan Jawa hasilnya adalah seperti ini melarat lahir dan bathin tersiksa di dunia apalagi di akhirat.

    Bagaimana jika yang memimpin adalah orang-orang keturunan China ???
    Tidak diberi kesempatan menjadi Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif serta ABRI menguasai NKRI ini apalagi jika diberi.

    Ingat dulu Singapura yang memimpin negerinya adalah suku Melayu sekarang ???

    Apakah jika kita lengah NKRI bakal seperti Singapura ???

    Ingat sekarang, tanah yang ada di tanah air kita mayoritas milik siapa ???

    Sekarang penduduk yang mendominasi tanah air kita jumlahnya sudah berapa orang ??? bangsa kita harus di KB kalau mereka ???
    Akibatnya jumlah penduduknya bertambah pesat.

    Sekarang posisi mereka tidak hanya di dunia perdagangan dan kedokteran serta pengacara saja akantetapi sudah menguasai seluruh posisi termasuk di Legislatif, Eksekutif, Yudikatif.

    Jika syarat wilayah, penduduk serta pemerintahan sudah dikuasai mereka maka satu langkah lagi bangsa Indonesia yang pribumi bakal seperti bangsa Melayu di Singapura tersisihkan, syarat tersebut adalah pengakuan dari negara yang lain dan itu sangat mudah sekali tingal melangkah ke Singapura.

    Maka Bangsa Indonesia pribumi tamat riwayatnya di gantikan oleh mereka, sudah siapkah ???

    Pertanyaannya adalah siapakah yang memiliki peluang besar untuk menjadi Presiden RI berikutnya ???

    Pribumi atau Non Pribumi ???

    Sadarlah wahai saudara-saudaraku dari Sabang sampai Merauke !!!

    Bersatu NKRI utuh, bercerai NKRI hancur luluh menjadi tak utuh seluruh pribumi jatuh, terbunuh,
    " Dan jika kalian mengikuti kebanyakan orang di muka bumi ini maka mereka akan menyesatkan kalian di jalan Allaah SWT, mereka hanya mengikuti prasangka mereka belaka dan mereka telah berdusta kepada Allaah SWT " ( Al Qur an surat Al An Am : 116 )

    Allaah SWT saja telah didustai oleh mereka apalagi anda !!!

  3. blind insight says:

    Pake pencitraan donk Prof biar rakyat Indonesia tahu bahwa Bapak layak jadi Presiden Indonesia!!! jangan kalah sama boneka kotak-kotak dalam pencitraannya walaupun dia belum pernah beresin atau tunaikan janji-janjinya tetapi karena pencitraan media yang gencar mereka rakyat Indonesia yang mabuk demokrasi hilang kesadaran untuk memilih pemimpin yang cerdas dan bertanggung jawab serta mempunyai visi yang jelas!

  4. ida says:

    Yusril kurang instropeksi, pinter keblinger

  5. yusuf says:

    Pak Yusril, ayo lawan terus MK kita...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *