Yusril Ihza Mahendra

[one_half]Yusril Ihza Mahendra dikenal sebagai pakar hukum tata negara. Pria selalu tampil muda dengan setelan celana jeans ini namanya kian melambung sejak dinobatkan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Pria kelahiran Kepulauan Bangka ini belakangan juga kian populer lantaran beberapa kali ‘mempermalukan’ negara. antara lain pernah menggugat pemerintah dalam hal jabatan Jaksa Agung, kenaikan harga BBM, pemberian grasi atas terpidana narkoba Schapelle Corby, serta jabatan wakil menteri dalam kabinet pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.[/one_half]

[one_half_last][facebook]      [tweet]      [Google]

 

[follow id=”PemiluCom” size=”large” count=”true” ][/one_half_last]

 

Fakta terbaru tentang kemenangan Yusril terhadap negara adalah ketika hakim PTUN memenangkan gugatannya sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Bulan Bintang terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Di dunia pendidikan, Yusril  dikenal sebagai Professor dan Pakar Hukum Tata negara.  Ia berprofesi sebagai dosen di beberapa universitas seperti dosen di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dosen di Akademi Ilmu Pemasyarakatan, Departemen Kehakiman pada tahun 1983, serta Guru besar di Program Pascasarjana UI dan juga Fakultas Hukum UI. Ia diangkat sebagai Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Indonesia dan mengajar Hukum Tata Negara, Teori Ilmu Hukum dan Filsafat Hukum pada program pascasarjana.

Dunia politik, mengantarkan Yusril menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang sejak 1998 hingga 2005. Ia juga pernah menjadi anggota organisasi yang berafiliasi kepada Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) yang bernama Pemuda Muslimin.Sebagai politisi, ia pernah aktif di dalam kelompok yang disebut Poros Tengah, yang mendorong KH Abdurrahman Wahid ke puncak kursi kepresidenan melalui Sidang Umum MPR RI Oktober 1999.

Sejak keluar dari pemerintahan, Yusril kembali menjadi pakar hukum dan politik yang sangat kritis. Mantan Mensesneg SBY itu tak segan-segan mengeluarkan kritikan yang keras terhadap pemerintah SBY. Mengenai sikapnya itu, Yusril menegaskan bahwa tindakannya merupakan bagian dari  koreksi atas arah kebijakan yang dinilai salah dari pemerintahan SBY.

Di luar aktivitasnya sebagai konsultan hukum dan politisi, Politisi yang kerap dijuluki Mohamad Nasir muda itu,l aktif dalam sebuah ormas bernama Persatuan Indonesia (Perindo). Ormas ini, didirikan sebagai ruang diskusi bagi para politisi yang merasa prihatin atas kondisi bangsa ini yang tak kunjung beranjak ke arah perbaikan.

Yusril akhir tahun lalu mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden 2014 di Surabaya, Jawa Timur. Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) itu disokong partainya dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Selain itu, saat ini dia juga tengah mengikuti KOnvensi Rakyat untuk mencari capres. “Saya siap memikul tanggung jawab ini, menjadi calon presiden,” kata Yusril, yang mendapat panggilan baru Gus Yim, dalam deklarasinya di halaman gedung Jatim Expo, Surabaya, 8 Desember 2013.

 

Pendidikan

Filsafat Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Tahun 1982
Hukum Tata Negara, Universitas Indonesia, Tahun 1983
Social Science (Master), University of the Punjab, Tahun 1984
Politic Science (Doctor), University Sains Malaysia 1993

Karir

Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, 26 Agustus 2000-7 Februari 2001
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Kabinet Gotong Royong, Agustus 2001-2004
Menteri Sekretaris Negara Kabinet Indonesia Bersatu, 20 Oktober 2004-2007
Staf pengajar di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Akademi Ilmu Pemasyarakatan, Depkeh (1983, serta Program Pascasarjana UI dan UMJ)

Social Media

[divider]